Wali Kota Dan DPRD Kota Bogor Berang Melihat Perlakuan Geng Motor

×

Wali Kota Dan DPRD Kota Bogor Berang Melihat Perlakuan Geng Motor

Sebarkan artikel ini
IMG 20160625 WA0036
Walikota Bogor Bima Arya sedang dilokasi anggota geng motor sedang diberikan hukuman

Reporter: Iran G Hasibuan

Bogor, suaraindonesia-news.com Hampir tiap malam Kota Bogor dilanda masalah perkelahian antar geng motor, korbannya sudah banyak, bahkan bukan hanya korban luka tetapi banyak yang nyawanya sampai melayang akibat  perkelahian antar geng motor.

Dengan permasalah perkelahiaan geng motor ini membuat Wali kota dan DPRD Kota Bogor berang melihatnya, kenapa tidak, masih baru ormas BBRP membuat aksi penolakan terhadap geng motor di Balai Kota,malam harinya sudah ada yang jatuh korban atas ulah dari geng motor.

Selain itu ulah mereka pula telah membuat keresahan warga, banyak pihak meminta geng motor ini di bubarkan bahkan dilarang beriperasi dikota bogor.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono ikut angkat bicara terkait maraknya tawuran antar geng motor ini, Heri justru meminta Walikota Bogor bisa membina pemuda dengan menyalurkan bakat bakat mereka.

Menurut Heri, membubarkan geng motor bukan perkara mudah bahkan jika dibubarkan maka keberadaan mereka tidak bisa dideteksi, jika energi anak anak itu bisa disalurkan dengan baik maka saya yakin dengan sendirinya, keberadaan geng motor akan hilang.              

Ketika suaraindonesia-news.com, menanyakan aktifitas apa yang pantas di ciptakan untuk meredam aksi aksi anak anak tersebut, Heri mengatakan bahwa semua aktifitas tentu bermanfaat, tetapi lebih ke olah raga, jika mereka hobi berantem buat saja ring tinju atau pertandingan boxer, tentu semua aktifitas itu yang dilegalkan dan diawasi.                      

Bagi yang suka balap motor bisa kerja sama dengan kabupaten bogor untuk membuka secara umum akses balapan di circuit sentul.

“Saya yakin jika hobi hobi mereka bisa disalurkan dengan baik maka mereka akan bisa teratur dan bisa dibina bahkan bisa diarahkan,” imbuhnya.

Ditambahkan Heri, banyak contoh  dikota kota besar yang dulu pusing menghadapi maraknya aksi geng motor, tetapi sekarang wilayah mereka bebas dari aksi tersebut, tentu kita bisa belajar dari mereka.

“Jadi pendekatan kita terhadap anak anak harus dengan humanisme dan sosiologi, karena mereka anak anak yang punya imajinasi dan energi besar jangan sampai keluar jalur dan merusak,” imbuhnya.

Ia menambahkan, membina anak anak muda adalah tanggung jawab pemerintah dan itu bagian dari pemerintah menyiapkan generasi yang kelak mampu membangun negeri ini menjadi kebih baik.