Walau Masa Pandemi Covid-19, Upacara HUT ke-19 Abdya Berlangsung Khidmat

oleh -10 views
Bupati Akmal-Muslizar foto bersama dengan Forkompimkab, para penggagas pemekaran usai upacara di halaman Kantor Bupati.

ABDYA, Minggu (11/4/2021) suaraindonesia-news.com – Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), berlangsung khidmat. Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, peringatan hari jadi julukan “BumoBreuh Sigupai“ dengan 9 Kecamatan dan 152 Desa itu tetap terlaksana meski secara sederhana dan dikemas dalam apel pengibaran bendera di halaman kantor Bupati setempat.

Pantauan awak media, dalam apel hut ke -19  tersebut dipimpin langsung Ketua DPRK Abdya, Nurdianto yang turut dihadiri Bupati Akmal Ibrahim, Wakil Bupati Muslizar MT, unsur forum komunikasi pimpinan kabupaten (Forkompimkab), anggota DPRK, Sekda, para asisten, staf ahli, kepala SKPK, Camat, dan mantan Ketua DPRK periode lalu H. Said Syamsul Bahri, Elizar Lizam, RS. Darmansyah, H.Samsidik Ibrahim selaku tokoh penggagas, tokoh agama, tokoh pemuda, adat dan budaya, TNI/Polri termasuk para tokoh penggagas lahirnya kabupaten pemekaran dari Aceh Selatan itu, dan acara tetap disesuaikan dengan prokes 3M.

Ketua DPRK Abdya Nurdianto dalam sambutannya mengucapkan selamat hari jadi Kabupaten Abdya serta mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan perayaan hari jadi Kabupaten Abdya.

“Seluruh rangkaian kegiatan, tidak akan pernah sukses jika tidak memiliki rasa semangat kejujuran, keikhlasan dan kebersamaan. Di usia Abdya yang ke-19 tahun ini bertepatan dengan kepemimpinan Akmal-Muslizar yang ke-4 tahun. Semoga kedepannya Abdya terus maju menuju arah yang lebih baik lagi,” tuturnya. Sabtu (10/4/2021).

Selanjutnya, ia juga meminta seluruh komponen masyarakat Abdya untuk mendukung serta membantu pemerintah dalam melaksanakan program-program pembangunan yang sudah berjalan, serta menuntaskannya hingga terwujud kabupaten yang senantiasa dalam keadaan aman, damai, maju serta sejahtera sebagaimana yang dicita-citakan bersama.

“Catatan wartawan, perjuangan Abdya menjadi sebuah kabupaten sejak gagasan pertama dilahirkan pada awal tahun 1960, merupakan rentetan perjalanan panjang, karena penuh dengan romantika dan dinamika sejarah. Sebanyak empat generasi kepanitiaan silih berganti selama lebih kurang 42 tahun perjuangan tersebut,” bebernya.

Kegigihan serta keikhlasan panitia yang bekerja tanpa pamrih akhirnya menuai hasil. Buah manis dari perjuangan panjang serta keinginan untuk mandiripun akhirnya terwujud melalui sepucuk surat dengan Nomor 4 tahun 2002 tentang Undang-Undang Pemekaran Abdya. 17 tahun silam, tepat pada tanggal 10 April  tahun 2002 merupakan tanggal bersejarah bagi “Bumo Breuh Sigupai“. Sebuah daerah yang dulunya merupakan anak dari Kabupaten Aceh Selatan kini telah menjelma menjadi sebuah kabupaten dengan berbagai potensi luar biasa yang dimiliki. Tentunya ini bukanlah waktu yang singkat, tidak sedikit tenaga serta pikiran yang terkuras, hingga tidak ada nilai dan penghargaan dalam bentuk apapun yang cukup pantas disematkan pada mereka para pejuang Abdya.

“Pembangunan Abdya saat ini berjalan sangat dinamis, yang diikuti dengan kemajuan disetiap lintas sektoral. Dimana semua itu terwujud berkat kerjasama semua lapisan masyarakat yang ditunjang dengan sumber daya yang memadai, potensial serta kompetitif sehingga menjadikan Abdya sebagai kabupaten yang terus bergerak maju dalam roda pembangunan,” tukasnya.

Reporter : Nazli
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *