Reporter : Min
SUMENEP, Rabu (5/4/2017) suaraindonesia-news.com – Sekolah menengah tingkat atas (SMAN) 1 Arjasa kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur tahun 2017, Siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) walau dengan komputer yang sangat terbatas.
Pelaksanaan UNBK yang akan di Gelar secara serentak 10 April mendatang, sudah mulai mendapat tanggapan serius dari semua SMA baik daratan maupun kepulauan Sumenep.
Terbukti, Sekolah yang ada di Pulau Kangeyan yaitu SMAN 1 Arjasa juga sudah mentakan kesiapannya untuk melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

“Walaupun tidak ada sambungan Listrik di sekolah, kami telah menyediakan genset berkapasitas 10 ribu watt untuk kelancaran UNBK nanti,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Arjasa Pulau Kangean, Drs. Sulaiman.
Artinya, SMAN 1 Arjasa sudah siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
“Persiapan sudah kami lakukan dari sarana prasarana, seperti kelengkapan komputer, servernya, dan sebelumnya sekolah kami sudah melaksanakan Semesteran, ujian sekolah berbasis Nasional, memakai komputer,” imbuh Sulaiman.
Menurutnya, Dengan peserta 326 Siswa sekolah membutuhkan 110 komputer.
“Alhamdulillah 110 komputer terpenuhi walau kekuranganya pimjam ke siswa,” terangnya.
Apalagi, lanjut Sulaiman, dalam pelaksanaan Proses UNBK, pihaknya juga sudah menyiapkan genset dengan kapasitas 10000 mega wat.
“Genset ini dilakukan untuk mendukung dalam proses UNBK.karna daerah kepulauan listrik tidak masuk, jadi kami akan menggunakan Genset mas,” tegasnya.
Untuk itu, dalam melaksanakan proses ujian nasional berbasis komputer(UNBK) di Daerah kepulauan ada 4 lembaga yang gabung, ke sekolah kami diantaranya.
“SMA tiqmuhibin, SMA Islam Alhilal, SMA Al Ihsan dan SMA Putra Bangsa. Dan SMAN Arjasa sendiri di ikuti sebanyak 326 peserta UNBK,” paparnya.
Lanjut Sulaiman, pihaknya berharap kedepan untuk proses UNBK, dinas pendidikan Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan komputer, sehingga, sarana komputer tercukupi dan pelaksanaan tersebut berjalan dengan lancar.
“Bantuan dari dinas provinsi Jawa Timur itu sangat diperlukan, karna terjaminnya fasilitas komputer salah satu pendukung kelancaran proses UNBK,” tegasnya.
Ia menambahkan, kedepan dengan jumlah komputer memadai SMAN 1 Arjasa di jadikan tempat uji kompetensi, sehingga guru kepulauan tidak perlu mengikuti UKG di daratan, demi kelancaran proses KBM di kepulauan. Pungkasnya.












