Walau Ada BPJS, Tetap Perlu Memiliki Asuransi Penyakit Kritis

Ilustrasi

JAKARTA, Selasa (22/10/2019) suaraindonesia-news.com – Ketika berbicara mengenai asuransi kesehatan, pasti kita akan tertuju pada BPJS kesehatan. Iya bukan? Satu hal yang perlu kamu perhatikan soal ini adalah prioritas kepemilikannya.

Banyak orang berpikir bahwa asuransi tidak diperlukan ketika sudah memiliki BPJS. Padahal, anggapan tersebut sebenarnya keliru. Lalu, bagaimanakah yang sebaiknya dilakukan?

Tahukah kamu, BPJS dan asuransi adalah dua istilah yang berbeda dan komplemen satu sama lain. Kehadiran BPJS kesehatan memang benar sangat membantu bagi siapapun yang mengalami masalah kesehatan dan dirujuk ke rumah sakit. Sehingga, pasien dapat terbantu oleh bantuan dana yang dikucurkan oleh BPJS.

Tagihan rumah sakit yang semula jumlahnya ratusan juta, keseluruhannya ditanggung oleh BPJS sehingga pasien tidak perlu mengeluarkan dana sepeserpun. Namun, ada resiko akibat penyakit yang diderita oleh pasien dimana tidak ditanggung oleh BPJS. Maka dari itu, perlu yang namanya Asuransi Penyakit Kritis.

Mengapa Membutuhkan Asuransi Penyakit Kritis

Jika berbicara soal penyakit dan rumah sakit, asal kamu memiliki BPJS maka bisa dibilang limitnya tak terbatas alias unlimited. Namun, ada resiko yang tidak ditanggung oleh BPJS tersebut. Apakah itu?

Nah, sebelum menjawab dan menelusuri alasannya, pahami dulu situasi ketika kita merasakan sakit yang serius seperti kanker stadium akhir.

Ketika dalam kondisi sakit parah tersebut, maka sudah pasti kita akan memerlukan bantuan dana dari BPJS kesehatan ataupun Asuransi Kesehatan. Jadi, bisa dikatakan bahwa kita tak perlu khawatir soal biaya. Pertanyaan selanjutnya, apakah kita masih bisa bekerja selama mengalami sakit parah tersebut?

Pada kenyataannya, banyak perusahaan swasta yang akhirnya memberhentikan karyawan ketika sudah lama tidak berangkat bekerja dengan alasan apapun. PHK tersebut diakhiri dengan pemberian bantuan pesangon pada pasien atau karyawan. Jika benar kita terpaksa berhenti bekerja, maka bagaimanakah kehidupan keluarga selanjutnya? Apalagi jika kamu memang berstatus kepala keluarga yang menafkahi istri dan anak-anak. Benar, masih ada pesangon dari perusahaan yang diberikan, namun jumlahnya pasti terbatas.

Ingin mengandalkan BPJS?

Sekali lagi, BPJS ataupun Asuransi Kesehatan memang mengganti biaya pengobatan selama di rumah sakit. Namun, fasilitas tersebut hanyalah mengcover biaya rumah sakit saja.

Diluar biaya tersebut, fasilitas BPJS maupun Asuransi Kesehatan tidak ikut menanggungnya. Dengan kata lain, kamu masih harus memikirkan bagaimana kehidupan selanjutnya setelah sembuh dari sakit dan dipaksa keluar dari perusahaan.

Dalam kondisi ini, kamu memerlukan Asuransi Penyakit Kritis. Apakah pengertian dari asuransi ini?

Mengenal Asuransi Penyakit Kritis

Jika BPJS dan Asuransi Kesehatan membantu kita dalam membiayai tagihan rumah sakit, maka Asuransi Penyakit Kritis membantu mengcover kebutuhan kita apabila setelah sakit tidak bekerja lagi.

Dengan kata lain, meskipun kita di PHK karena tidak bekerja dalam waktu yang lama akibat mengalami penyakit serius, adanya Asuransi Penyakit Kritis akan mengganti hilangnya penghasilan tersebut.

Apakah setiap peserta bisa mendapatkan Asuransi Penyakit Kritis? Ketahuilah, ada kriteria tersendiri bagi peserta yang bisa mendapatkan bantuan tersebut. Diantaranya, jenis penyakit yang dianggap cukup serius dan kritis sehingga memaksa pasien tidak bisa bekerja kembali. Dalam kondisi itulah, maka uang pertanggungan yang seharusnya didapatkan karena bekerja tetap dibayarkan oleh asuransi penyakit kritis.

Dari penjelasan di atas, sudah bisa kita pahami betapa pentingnya memiliki asuransi penyakit kritis di samping asuransi kesehatan maupun BPJS kesehatan.

Sekarang, mari kita perhatikan kembali. Ketika sakit, peserta BPJS maupun asuransi tidak perlu khawatir soal tagihan karena sudah ditanggung oleh fasilitas tersebut. Namun, pada umumnya asuransi kesehatan diberikan oleh perusahaan dimana kita bekerja.

Nah, ketika sudah tidak bisa bekerja kembali, tentu bantuan dari asuransi tersebut akan ada batasnya. Dengan kata lain, kamu perlu proteksi tambahan selain asuransi kesehatan maupun asuransi penyakit kritis, yaitu, kepemilikan asuransi jiwa.

Sudahkah kamu memiliki asuransi jiwa?

Ketahuilah, adanya fasilitas dari asuransi jiwa ini memberikan perlindungan dari resiko kematian. Dengan kata lain, asuransi jiwa membantu membayar apabila meninggal dunia. Lifepal menyediakan asuransi jenis ini. Banyak pilihan yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan budget yang tersedia.

Dengan demikian, kesimpulannya, baik asuransi kesehatan, BPJS, asuransi penyakit kritis, hingga asuransi jiwa memiliki fungsi yang berbeda dimana keseluruhan fasilitas tersebut saling melengkapi, bukannya menggantikan. Memiliki proteksi yang lebih maksimal tentu dibutuhkan demi masa depan keluarga yang lebih terjamin.(**).


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here