Wabup Sumenep Pastikan Beras di Sumenep Aman, Bahkan Berlebih

oleh -11 views
Wakil Bupati Sumenep Nyai Hj Dewi Khalifah meninjau langsung panen raya di Desa Paberasan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Selasa (6/4/2021).

SUMENEP, Selasa (6/4/2021) suaraindonesia-news.com – Wakil Bupati Sumenep, Nyai Hj Dewi Khalifah pastikan Kabupaten Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur aman untuk beras bahkan kelebihan (Surplus).

Wabup datang langsung berbaur dengan petani untuk menyaksikan langsung panen raya di Desa Paberesan, kota Sumenep, Madura. Selasa, (6/4/2021).

Ia berharap kepada seluruh petani untuk menggunakan pupuk organik seperti yang dilakukan di Desa Paberasan.

“Potensi pertanian di Kabupaten Sumenep sangat luar biasa yang luasnya mencapai 168.673 hektar, terdiri atas lahan sawah seluas 25.681 hektar, tegalan seluas 117.341 hektar dan 65 persen masyarakat Sumenep bermata pencaharian sebagai petani,” terang Wabup.

Khusus lahan dan produktivitas semakin meningkat dari tahun ke tahun, yakni luas tanam pada bulan Oktober – Maret 2018/2019 seluas 27.412 hektar, sedangkan periode bulan Oktober – Maret 2019/2020 seluas 30.935 hektar, sehingga ada kenaikan luas tanam atau surplus seluas 3.523 hektar dibandingkan tahun sebelumnya.

Wabup yang akrab disapa Nyai Eva ini berkomitmen kuat bersama pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, akan terus mendorong para petani agar mempunyai enovasi baru, seperti beras merah atau hitam, dari beras itulah akan diolah untuk meningkatkan pelaku usaha.

“Bahwa dari beras itu nanti ada berapa hasil olahan. Beras merah dan beras hitam bisa diolah dijadikan kue dan makanan lainnya,” ujarnya.

Tentu, Kata Nyai Eva, memang ada berapa daerah pertanian di Sumenep yang perlu dikembangkan untuk dikembangkan dengan mengunakan pupuk organik, baik dari pupuk kandang atau kompos atau perpaduan seperti saat ini Sebab, masyarakat dunia lebih tertarik dengan bahan makanan yang sehat yang tidak menggunakan kimia.

“Mudah-mudahan ini menjadi percontohan di Kabupaten Sumenep,” tuturnya.

Di tempat yang sama Kepala Desa Paberasan Rahman Saleh mengungkapkan, luas lahan untuk demonstrasi plot (Demplot) padi yang memanfaatkan pupuk organik produk Natural Nusantara (NASA) 0,5 hektar.

“Dengan program tanam padi sehat menggunakan pupuk organik ini, biaya produksi tidak bengkak. Mudah-mudahan, panen raya uji coba penggunaan pupuk organik ini menjadi komitmen pemerintah desa dan petani untuk memajukan pertanian organik,” pungkasnya.

Reporter : Sudirman
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *