Wabup Lumajang Inginkan Lembaga Amil Zakat Ikut Berikan Beasiswa

oleh -47 views
Suasana saat kegiatan santunan.

LUMAJANG, Minggu (15/11/2020) suaraindonesia-news.com – Wakil Bupati (Wabup) Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) sampaikan kalau lembaga-lembaga zakat juga yang lain dapat ikut memberikan beasiswa juga kepada siswa yang tidak mampu untuk bisa menyelesaikan kuliah.

Secara simbolis, Wabup juga menyerahkan beasiswa untuk dua orang mahasiswa STKIP Muhammadiyah dan Syarifudin, pada acara pemberian 1000 santunan kepada anak yatim duafa, Minggu (15/11) di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang.

Dikatakan Wabup, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, kalau sudah mengeluarkan beasiswa untuk anak-anak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), maka anak-anak yang diterima di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang di Lumajang dibantu oleh lembaga-lembaga yang lain termasuk juga membantu untuk anak-anak Lumajang yang kuliah di PTS yang ada di Lumajang.

“Saya sekali lagi terima kasih. Ayo kita semangat bergerak bersama-sama untuk membantu anak-anak yatim dan kaum duafa. Mudah-mudahan dengan gerakan ini semakin memotivasi masyarakat yang mampu secara ekonomi untuk bersama-sama membantu mereka yang sangat berkebutuhan terhadap sekolahnya terhadap kehidupannya terhadap pendidikannya kesehatannya. Insyaallah doa anak-anak yatim dan kaum dhuafa akan meringankan urusan kita dan Allah SWT,” terangnya.

Dalam sambutannya, Bunda Indah juga menyampaikan bahwa beliau berkeinginan acara ini ditempatkan di Pendopo Arya Wiraraja, karena mungkin diantara anak-anak belum pernah datang ke Pendopo.

“Ya ini adalah Pendopo Kabupaten Lumajang, rumah rakyat yang bisa digunakan untuk semua kegiatan masyarakat. Jadi ini bukan tempat yang apa ya yang sakral bukan bukan tempatnya para pejabat bukan ini adalah rumah rakyat semua orang, boleh apalagi anak-anak yatim,” paparnya.

Bunda Indah mengutarakan bahwa beliau menghormati logikanya, jika di dunia ini atau lebih kecilnya di negara kita Indonesia, lebih spesifik lagi di Lumajang, jadi logikanya tidak boleh ada satupun anak yatim yang terlantar.

“Logikanya tidak ada satupun anak yatim yang terlantar. sebab sudah dijamin oleh Allah SWT, bahwa anak yatim itu dalam perlindungan Allah dan dijaga serta dijamin kehidupannya,” tambahnya.

Dan negara, dikatakan Bunda Indah, bahwa melalui Undang-Undang Dasar (UUD) yang juga sudah menjamin hak-hak anak yatim. Jadi secara akal manusia tentu tidak mungkin agar satupun anak yatim yang terlantar.

“Kalau sampai ada anak yatim yang terlantar maka yang berdosa pertama adalah pemimpinnya dan saya yang pertama adalah diminta pertanggungjawaban. Kalau sampai ada anak yatim yang terlantar. yang kedua tetangga kanan-kiri yang mampu dia ikut berdosa dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Maka secara logika, diungkapkan Bunda Indah, tidak boleh ada satu anak yatim yang terlantar yang terlantar dan ada yang mengetahui segera melaporkannya kepada Bupati, Wakil Bupati atau lembaga amil zakat yang ada di Kabupaten Lumajang.

“Sehingga harus menjadi jaminan dan dijamin kehidupannya oleh negara, keterbatasan negara itu dibantu oleh lembaga-lembaga amil zakat, komunitas-komunitas yang bergerak di bidang sosial kita bersatu padu untuk membantu para anak yatim dan kaum duafa,” imbuhnya.

Maka hari ini Allah SWT, menurut politisi partai Gerindra ini, sudah membuktikan janjinya bahwa kita bersama-sama bergerak untuk menunaikan tugas dan amanah dari Allah SWT untuk menjamin kehidupan anak-anak yatim dan dhuafa.

Pada tahun ini, adalah tahun kedua dimana pemerintah daerah memberikan beasiswa untuk anak-anak Lumajang yang pintar yang diterima di perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia yang dari keluarga tidak mampu diutamakan yang aktif dari keluarga tidak mampu.

Bunda Indah terangkan juga bahwa Pemkab Lumajang, menyiapkan untuk anak-anak penghafal Al Quran dari keluarga juga yang terbatas dan tidak mampu menghafal Alquran dari keluarga tidak mampu tanpa survei tahun ini anak-anak yang mendapatkan beasiswa dari pemerintah Kabupaten Lumajang diberikan beasiswa sampai lulus kuliah selebihnya adalah anak-anak dari keluarga tidak mampu yang diterima di perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia.

“Jadi tahun ini kita mengeluarkan 200 anak, kita jamin sampai 4 tahun kedepannya, karena S1 sekarang kan 4 tahun dan sekarang kita memberikan waktu 4 tahun setiap bulan sampai 4 tahun dan lulus kuliah,” ujarnya lagi.

1000 santunan bagi anak fakir miskin duafa yang diberikan oleh Forum Zakat (FOZ) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang,

Hal ini dijelaskan oleh Ketua Panitia dari FOZ, Ashim Hayyu Hadi Purwanto kepada media ini bahwa pada kegiatan santunan ini, digagas dalam waktu 1,5 bulan. Dan alhamdulillah, dikatakan Adhim bahwa target dana terkumpul bisa tercapai.

“Santunan ini diberikan Rp 250 ribu, yang terdiri dari Rp 100 ribu berupa uang tunai dan Rp 150 ribu berupa paket sembako,” katanya.

Diungkapkan juga oleh Adhim, bahwa anggaran santunan ini didapat dari BAZNAS sebesar Rp 100 juta dan sisanya Rp 150 juta digalang FOZ dari para donaturnya.

“Penggalangan dana ini berasal dari seluruh lapisan masyarakat. Ada dari donatur tetap dan donatur spontanitas,” jelas pria yang bernaung di Yayasan Yatim Mandiri ini.

Adhim juga menegaskan jika masyarakat bisa ikut andil dan mensukseskan acara semacam ini dengan dukungan sebagai donatur.

“Program ini akan menjadi agenda tahunan dari FOZ dan BAZNAS Kabupaten Lumajang,” bebernya lagi.

Diketahui bahwa FOZ ini terdiri dari beberapa lembaga badan Amil Zakat, seperti Yatim mandiri, BMSI, Lazismu, NU Care Lazisnu, BMH, U Saku yatim dan Ydsf.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *