Wabup Aceh Timur Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Perawat RSUD SAAS Peureulak, Korban Lapor Ke PPNI

oleh
Syahrul Bin Syamaun, Wakil Bupati Aceh Timur.

ACEH TIMUR, Sabtu (14/12/2019) suaraindonesia-news.com – Perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Abdul Azis Syah Peureulak Ns Fani Adi Riska, Amd. Kep. Korban kekerasan yang di duga di lakukan oleh Wakil Bupati Aceh Timur resmi laporkan ke Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Aceh melalui PPNI Aceh Timur 10/12 dengan nomor : 0022/DPK/PPNI.RSUDSAAS/XII/2019.

Laporan ke PPNI terkait dugaan kuat perilaku kekerasan dan pelecehan terhadap petugas perawat di RS Abdul Azis Syah Peureulak terjadi pada Minggu malam (9/12).

Menurut Fani, Kejadian ini berawal dari kedatangan seorang pasien ke kamar kelas 1 yang di duga pasien tersebut Syahrul Syamaun yang notabene Wakil Bupati Aceh Timur.

“Saya ditendang secara tiba-tiba di bagian perut hingga terjatuh terduduk di atas ranjang pasien saat hendak memeriksa dan memasang  oksigen,” ungkap Fani Adi Riska.

Fani menceritakan kronologi kejadian di awali pada pukul 19.30 WIB, datang seorang perempuan yang di duga istri Wakil Bupati Aceh timur ke ruang rawat kelas 1 menanyakan kepada perawat ada tidak kamar kosong karena pak Wabup sakit dan sedang menuju ke Rumah sakit. Perawat (Ismaturrahmi, Amd. Kep dan Sri Wahyuni, Amd.Kep) yang berdinas  menjawab bahwa saat ini tidak ada kamar kosong.

“Selang waktu 5 jam datang seorang pasien dengan kepala di tutup menggunakan ambal langsung menuju ke ruang kelas 1 tanpa melalui IGD sedang istri Wabup masuk melalui IGD, tapi tanpa ada informasi apapun kepada petugas piket,” kata Riska.

Perawat piket ketika mengetahui yang datang adalah orang nomor 2 di Aceh Timur langsung menghubungi Fani Adi Riska selaku ketua tim ruangan kebetulan tidak berada di RS karena tidak ada jam dinas.

“Saat di hubungi oleh perawat langsung saya perintahkan periksaan fisik untuk mengetahui riwayat penyakit nya, karena  pasiennya adalah pejabat/wabup saya langsung menuju rumah sakit untuk melihat dan melakukan pengecekan, apalagi setelah di periksa pak Wabup mengalami sesak nafas, sehingga saya berinisiatif mengambil tabung oksigen, setelah saya bawa oksigen saat saya ingin memasang nya, saat itu saya di tendang,” ungkap nya.

PPN Aceh  telah menerima laporan dari perawat RSUD Sultan Abdul Azis Peureulak terkait kasus kekerasan yang diduga di lakukan oleh Wakil Bupati Aceh Timur terhadap salah seorang perawat.

Ketua PPNI Aceh Abdurrahman saat di konfirmasi media, membenarkan telah membentuk tim investigasi atas tindak lanjut  laporan perawat tersebut yang diketuai T.Iskandar Faisal, S.Kp S.Kep, dengan Surat Keputusan Nomor : 0633/DPN/.PPNI/SK/K.S/XII/2019 tentang penetapan susunan Tim Investigasi Kasus Perawat di RSUD Sultan Abdul Azis Peureulak Kabupaten Aceh Timur Yang tanda tangani dirinya selaku Ketua Abdurrahman S.Kp.M.Pd  dan Sekretaris A.Sakir Walad,SKM pada  tanggal 11 Desember 2019.

“Nanti hasil investigasi kita minta ketua DPD PPNI Aceh Timur yang akan mengirim kronologis,” pungkasnya.

Sementara Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syama’un membantah adanya kekerasan fisik terhadap perawat RSUD Sultan Abdul Aziz  Syah Peureulak Kabupaten Aceh Timur, bantahan itu disampaikan kepada awak media ini, Jumat, (13/12). Menurutnya, kalau terkait pemberitaan di media sosial dalam seminggu ini, Wabup mempertanyakan kembali apakah ada korban yang menjadi kekerasan kontak Fisik, kalau ada kenapa tidak di visum dan melaporkan.

“Kalau sebelumnya tidak ada kontak fisik terhadap perawat RSUD, saya hanya memberi masukan dan teguran kepada karyawan RSUD,” kata Wabup.

Wabup merasa pelayanan di RSUD tersebut kurang maksimal, dikarnakan perawat suka lalai dengan gadget nya.

Sebagai Wakil Bupati Syahrul Bin Syama’un Memberi Tindakan keras kepada Pihak RSUD Agar Perawat – Perawat siap siaga dalam memberikan pelayanan terhadap pasien yang ingin di rawat, meminta agar perawat menjalini komitmen dalam memberi pelayanan yang maksimal kepada pasien tampa memandang miskin atau kaya, sebab menurut beliau profesi mulia jika di lakukan ikhlas dan tulus hati.

“Perawat itukan profesi mulia, pekerjaan mereka bernilai ibadah jika dilakukan dengan ikhlas dan tulus,” tutup nya.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *