Viral di Sosmed, Video Penghajaran di Balung, Ini Kebenarannya

oleh -226 views
Video yang viral di sosmed diunggah netizen.

JEMBER, Kamis (5/10/2017) suaraindonesia-news.com – Viralnya sebuah video berdurasi 23 detik yang diunggah oleh Netizen itu ternyata pembubaran paksa oleh Resmob Kepolisian setempat kepada sekelompok massa berpita merah di lengannya di sekitar Eks-Terminal Balung, Rabu (4/10) siang.

“Video yang viral diunggah oleh Netizen tersebut bukan perkelahian PSHT dengan Bonek, melainkan Anggota Resmob Selatan yang melakukan pembubaran massa,” terang Kapolres Jember saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Kamis (5/10) pagi tadi.

Massa berpita merah tersebut menghajar siapa saja yang melintas dengan mengenakan atribut Bonek, Supporter Persebaya. Mereka bahkan nekat menerobos pengawalan Kepolisian yang mengamankan para supporter Persebaya.

“Meskipun telah ada pengawalan dari pihak kepolisian, mereka (massa berpita merah, red) masih saja tetap merazia dan menghakimi warga yang sedang lewat dari arah berlawanan secara membabi-buta,” tambahnya.

Baca Juga: Bakamla RI Turut Meriahkan HUT Ke-72 TNI

Sontak anggota Kepolisian menindak tegas massa berpita merah tersebut dan melakukan pembubaran paksa.

Hal ini diduga sebagai imbas perseteruan Bonek dengan PSHT di Surabaya, Minggu (1/10) dini hari yang menewaskan 2 orang pesilat PSHT.

Bahkan seorang warga Dusun Krajan, Desa Tutul Kec. Balung, Fendi Nurfianto menjadi korban sasaran atas aksi pengeroyokan gerombolan massa berpita merah ini. Pemuda ini pun mengalami luka serius dan harus dirawat di Rumah Sakit akibat dikeroyok di SPBU Balung Lor, Kec. Balung.

Aksi penghajaran seperti ini terjadi di berbagai titik di Jember dengan menyasar supporter Bonek saat Persebaya berlaga melawan Semeru FC dalam Laga Big Match yang bertempat di Jember Sport Garden (JSG), Rabu (4/10) sore.

Kepolisian Resor Jember belum menjelaskan asal kelompok massa berpita merah tersebut sampai berita ini dirilis, karena masih dalam pengembangan penyelidikan.

Diberitakan sebelumnya, Ketua PSHT Cabang Jember, Jono Wasinudin memberikan 4 himbauan kepada para warga maupun anggota PSHT, pertama seluruh warga dan anggota PSHT tidak mengenakan atribut PSHT, kedua untuk keamanan tugu percayakan kepada anggota kepolisian, ketiga hormatilah perintah warga Kehormatan PSHT yaitu Kapolres Jember, AKBP. Kusworo Wibowo, keempat jangan mudah terprovokasi. Himbauan ini demi terciptanya kondusifitas keamanan Jember dan menjadi tuan rumah yang baik dalam Laga Big Match tersebut. (Guntur)

Tinggalkan Balasan