Usai Jalin Kerjasama, Cak Thoriq, Sepakat TNBTS Dibuka

oleh -19 views
Bupati saat menandatangani MoU dengan TNBTS.

LUMAJANG, Senin (6/7/2020) suaraindonesia-news.com – Usai menandatangani Memorandum of Undarstanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), bertempat di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Jumat (19/6/2020) lalu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Thoriq) bersama Bupati Malang, Bupati Probolinggo dan Bupati Pasuruan sepakat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dibuka.

Hal ini disampaikan saat para Kepala Daerah tersebut berdiskusi membahas rencana pembukaan kembali wisata di sekitar TNBTS, menyusul rencana penerapan tata kenormalan baru atau new normal pada sektor wisata.

Namun terkait kapan dibukanya kembali, kata Cak Thoriq masih akan menunggu keputusan resmi dari pusat. Dan hasil pembahasan rapat sebelumnya, TNBTS akan kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang sangat ketat.

“Prinsipnya semua sepakat dibuka, kecuali pendakian ke Gunung Semeru, dengan catatan mematuhi protokol pencegahan Covid-19, semua harus mengikuti semua mekanisme, aturan dan cara-caranya,” jelas Bupati.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang telah menjalin perjanjian kerjasama tentang penguatan fungsi kawasan TNBTS melalui program pengembangan wisata alam di Seksi PTN Wilayah III Bidang PTN Wilayah II Lumajang.

Saat penandatanganan MoU tersebut, Cak Thoriq menyampaikan, bahwa upaya saat ini merupakan sejarah bagi Pemkab Lumajang dalam mengoptimalkan seluruh potensi unggulan di Kabupaten Lumajang, karena tugas Pemkab Lumajang saat ini adalah untuk melakukan pengembangan akses dan infrastruktur.

“Kami berharap terus didampingi oleh TNBTS, sehingga ke depan pengembangan akses dan infrastruktur betul-betul sesuai dengan harapan kita bersama, tidak mengganggu lingkungan, justru harapannya bisa lebih memperbaiki lingkungan,” ujar dia.

Selain itu, disampaikan Cak Thoriq, bahwa tugas Pemkab Lumajang berikutnya adalah penguatan sumber daya manusia yang ada dipersekitaran TNBTS.

“Masyarakat harus menjadi bagian dari keberkahan TNBTS. Dan, itu yang akan kami optimalkan, sehingga ke depan TNBTS tidak hanya menjaga alam, tetapi juga bisa bersama-sama dengan Pemkab Lumajang untuk meningkatkan kualitas SDM dipersekitaran TNBTS,” katanya.

Sementara itu, Kepala TNBTS, John Kenedie menjelaskan bahwa pembukaan wisata di sekitar TNBTS dibuka secara bertahap berdasarkan carriying capacity atau daya dukung. Hal ini karena mempertimbangkan faktor keselamatan wisatawan sehingga jumlah wisatawan nantinya akan dibatasi.

“TNBTS ini sesuai arahan Pak Dirjen kami akan membukanya secara bertahap berdasarkan carrying capacity atau daya dukung, kita buka 10-30 persen kalau nanti baik kita naikkan 40 maksimal 50 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut, John Kenedie mencontohkan bahwa di Bromo jika carrying capacity disepakati 20 persen maka wisatawan yang boleh berkunjung hanya 739 orang. Wisatawan yang berkunjung juga hanya boleh berasal dari zona hijau dan zona kuning.

“Kalau ada zona orange menunggu rekomendasi dari Gugus Tugas,” tambahnya.

Kenedie juga mengungkapkan, bahwa dalam rangka mengembangkan wisata yang ada di Kabupaten Lumajang khususnya wisata pendakian ke Gunung Semeru, pihaknya sangat mendukung dan siap untuk membantu mengembangkan wisata alam yang ada di persekitaran Gunung Semeru.

Lanjut dia, mengenai TNBTS yang selama ini orang awalnya mengetahui hanya wisata alam ke Bromo, karena wisatawan yang ke bromo mencapai ribuan, sementara wisatawan yang ke Semeru hanya 600 pendakian per harinya.

“Kita pinginnya wisatawan-wisatawan lokal maupun mancanegara ke depannya selain melihat Bromo mampirlah ke Semeru dan Ranupani. Kita mohon minta bantuan ke Pemkab Lumajang dalam mengembangkan wisata alam, khususnya di daerah Ranupani dan sekitaran pendakian Gunung Semeru,” ungkap dia.

Kepala TNBTS berharap, setelah melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut, ke depan Pemkab Lumajang harus secepatnya mempersiapkan untuk membangun wisata alam yang ada di kawasan Desa Ranupani. Karena, dengan begitu, maka ke depan wisatawan-wisatawan lokal maupun mancanegara yang ke Bromo akan mampir ke Ranupani. (Adv)

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Pubiser : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *