Untuk Kedua Kalinya, DPRD Kota Medan Diduga Dilecehkan Hotel Novotel Soechi Medan

oleh -175 views
Rombongan Investigasi Komisi B DPRD Kota Medan bersama Disnaker dan keluarga korban kecelakaan kerja di Hotel Novotel Soechi Medan. (Foto: M.Habil Syah/SI).

MEDAN, Senin (03/02/2020) suaraindonesianews.com – Terkait permasalahan yang dihadapi Harwansyah pekerja yang mengalami kecelakaan kerja pada hari Senin (14/10/2019) lalu di Hotel Novotel Soechi Medan prihal kurangnya bertanggung jawab atas biaya pengobatan yang disepakati besarnya administrasi antara pihak manajemen Hotel dengan Rumah Sakit Murni Teguh sebesar 120 juta Rupiah, namun hingga kini baru di bayar 60 juta hingga waktu yang disepakati telah lewat.

Setelah manajemen Hotel Novotel Soechi mangkir dalam Rapat Dengar Pendapat yang digelar Komisi B DPRD kota Medan pada 14 Januari 2020 yang lalu hanya dihadiri DinasTenaga Kerja, dan Harwansyah (21) korban kecelakaan kerja di Hotel Novotel Soechi Medan dengan Komisi B DPRD Kota Medan.

Kali ini Komisi B DPRD Kota Medan mengadakan Investigasi ke Hotel berkelas yang ada di Kota Medan itu.

Dalam Investigasi tersebut Komisi B DPRD Kota Medan dipimpin Ketua Komisi B DPRD Kota Medan Aulia Rahman (F. Gerinda) yang didampingi wakil ketua Sudari (F-PAN) sekretaris Fraksi Dhiyahul Hayati (F-PKS) dan anggota Affif Abdillah (F-Nasdem), Johanes Hutagalung (F-PDIP), Modesta Marpaung (F-Golkar), terlihat hadir juga perwakilan dari Disnaker Kota Medan.

Saat dilokasi Hotel tidak satupun manjemen pemangku kebijakan Hotel Novotel Soechi menemui rombongan investigasi dari Komisi B DPRD Kota Medan, mereka hanya diterima karyawan biasa yang bekerja dihotel berbintang itu.

Ketika dikonfirmasi, karyawan yang enggan namanya ditulis mengatakan bahwa manajemen hotel sedang tidak berada dikantor, ketika di tanyak anggota investigasi karyawan tersebut mengaku tidak tau.

Hingga akhirnya rombongan Komisi B DPRD Kota Medan kembali dan hasil investigasi pun tidak ada yang didapat.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Ketua Komisi B DPRD Kota Medan Aulia Rahman mengatakan pihaknya dari Komisi B sepakat akan memanggil secara paksa pihak manajemen hotel untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi antara pihak pekerja korban kecelakaan kerja dengan pihak hotel.

“Kami akan pemanggilan secara paksa sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yg berlaku di negara kita,” ucapnya.

Sementara pihak keluarga Harwansyah merasa kecewa atas sikap yang ditunjukan pihak Hotel Novotel Soechi Medan yang mangkir dalam RDP dan tidak disambutnya kedatangan Komisi B DPRD Kota Medan guna menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Selamet Riyadi (52) selaku keluarga korban kecelakaan kerja mengatakan kepada media bahwa pihak Hotel telah melecehkan Institusi Dewan yang terhormat.

“Harapan dari kami keluarga korban semoga ini menjadi masukan bagi DPRD untuk tidak merekomendasikan perpanjangan izin operasional aset Pemkot Medan kepada Hotel Novotel Soechi Medan yang akan habis masa berlakunya, yang telah beberapa kali melecehkan lembaga DPRD Kota Medan, saya juga mempertanyakan status bintang disematkan pada Hotel tersebut padahal ada pekerja yang diperlakukan semena-mena oleh pihak Hotel seperti yang dialami keponakan saya,” tutupnya dengan nada kesal.

Reporter : M. Habil Syah
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *