PATI, Jumat (20/12) suaraindonesia-news.com – Menyambut Natal 2024, umat Kristiani bersuka cita mempersiapkan diri dengan menghias rumah hingga gereja. Pohon Natal dan ornamen yang identik dengan peringatan kelahiran Yesus Kristus, selalu mewarnainya.
Demikian halnya yang tampak di Gereja Santa Maria Anuntiata Gabus, yang merupakan bagian wilayah Gereja Santo Yusuf Pati, juga menghias diri dengan pohon natal yang terbuat dari bahan daun kering, menjulang tinggi di depan gereja.
Pemandangan itu menarik setiap mata yang memandang karena keunikannya. Disisi kiri-kanan pintu gerbang juga terpasang gapura dan payung hias bersusun tiga, melambangkan Allah Tritunggal Maha Kudus.
Gapura yang sengaja dibuat dari kayu dan ranting bambu kering itu juga berhiaskan untaian padi dan jagung, serta pernik-pernik kapas berkesan sebagai salju.
“Ini melambangkan kehadiran tuhan di dunia ini disegala musim dan di manapun”, terang Widi Widada, dari pihak gereja.
Ditambahkannya, Pohon Natal setinggi 7 meter itu, dibuat dari daun pisang, daun bambu, daun sukun dan daun pohon sagu. Melambangkan penciptaan alam semesta selama 7 hari oleh tuhan.
“Adapun dedaunan itu sendiri merupakan penggambaran bahwa terkadang manusia sering tidak menyadari kasih tuhan. Kita sering memandang rendah seseorang atau sesuatu. Menganggap mereka tidak atau kurang berarti”, tambahnya.
Menurut Widi, terkadang yang dinilai tidak berguna atau tidak berarti dimata manusia, justru seringkali diangkat derajatnya oleh tuhan.
“Jadi kita ingin membawa pesan dalam kasih, bahwa jangan pernah meremehkan atau menganggap rendah orang lain ataupun sesuatu. Karena terkadang di mata tuhan, itu sangat berarti”, tandasnya.
Gereja Santa Maria Anuntiata Gabus yang diketuai Richard Wijaya, akan menggelar Misa Perayaan Natal pada 25 Desember, pukul 17.00 WIB.












