Unas Kacau, Dewan Geram

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Daim

Suara Indonesia-News.Com, Ponorogo – Masih terjadinya kekacauan dalam pelaksanaan Ujian Nasional  (Unas) tingkat SMA/MA/SMK tahun 2015 di seluruh Kabupaten/Kota se-Jawa Timur  sangat disayangkan banyak pihak. Seperti diketahui pelaksanaan Unas untuk SMA/MA/SMK telah dilaksanakan Senin-Rabu (13-15/4) silam masih menyisakan banyak persoalan. Saat hari terakhir Unas, Rabu (15/4) tingkat SMA mata pelajaran bahasa Inggris di Kabupaten Ponorogo pun bermasalah. Antara soal dengan jawaban yang disediakan tidak sesuai.

Parahnya lagi, kesalahan soal dan jawaban ini sebanyak 15 soal, yakni soal nomer 1 hingga soal nomer 15.

Kesalahan soal listening ini sudah disadari sejumlah siswa di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo pada saat mendengarkan soal mulai nomer urut 1 yang didengar tidak sesuai dengan lembaran jawaban yang ada di tangan siswa.

 Akibatnya sejumlah sisawa mengosongkan lembar jawaban mulai dari nomer 1 sampai 15. Sesauai dengan intruksi pihak sekolah dan pengawas ujian siswa hanya mengerjakan saoal ujian nomer 16 saampai 50.

Menurut Sofie, salah satu siswa SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo menjelaskan adanya soal yang bermasalah.”Takut saya akan mempengaruhi nilai dan pihak panitia tidak mau tahu dengan kendala yang saya hadapi dengan kesalahan soal,” keluh Sofie.

Sementara itu Mulyani selaku  Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo  membenarkan adanya kesalahan soal Bahasa Inggris tersebut. Pihaknya juga sangat khawatir dengan kesalahan soal Unas takutnya dengan mengosongkan soal dari nomer 1 sampai 15 akan mempengaruhi nilai.

Kesalahan serupa juga terjadi di hampir semua sekolah SMA/MA/SMK yang ada di Jawa Timur. Hal tersebut sangat mengganggu siswa dalam mengerjakan materi soal yang diujikan.

Atas beberapa kejadian yang kurang mengenakkan dalam pelaksanaan Unas tersebut, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da’im mengaku geram.

 “Kekacauan yang terjadi dalam pelaksanaan Unas kemarin tentu sangat disayangkan kita semua,” ujar Suli Da’im.

Dia menilai bahwa pihak Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) m asih setengah hati dalam melaksanakan Unas kemarin.

“Kemendiknas masih asal-asalan dan tidak professional dalam melaksanakan Unas kemarin,” kritik mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Jatim ini.

Pihaknya juga menilai, siswa yang menjadi korban dalam kekacauan Unas. “Siswa secara mental pasti down, ini tidak bisa dianggap sepele dan mencoreng dunia pendidikan kita,” papar pria kelahiran Lamongan ini.

Lebih lanjut politikus dari PAN ini meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melakukan langkah-langkah yang komprehensif agar siswa tidak dirugikan terus. “Ini adalah sebuah kesalahan fatal,” tukasnya. (MUH NURCHOLIS).


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here