Ujian Perangkat Desa Timbulkan Duka Berkepanjangan

oleh -94 views
Gunawan Ketua Kelompok Tani Desa Gebyok, Karangrejo Magetan

MAGETAN, Suaara Indonesia-News.Com – Ujian Perangkat Desa di Desa Gebyok, Kec Karangrejo, Kab Magetan Jawa Timur timbulkan duka permasalahan yang berkepanjangan, pasalnya dana sumbangan perangkat Desa terpilih dan biaya pendaftaran tidak di pertanggung jawabkan secara transparan oleh Panitia ujian dan Kepala Desa, hal ini di sampaikan oleh Gunawan Gundul [37] ketua Kelompok Tani Desa tersebut kepada wartawan online Sabtu [9/5].

Dikatakan, ujian Perangkat Desa ini memperebutkan dua [2] lowongan pekerjaan yaitu Kamituwo dan Bayan, ujian dilaksanakan dua kali, karena ujian pertama tidak ada yang lulus sama sekali. Jumlah peserta ujian tahap pertama sebelas orang, sedang ujian ke dua, jumlah peserta enam orang dan yang lulus satu orang, menduduki jabatan Kammituwo.

Lebih lanjut, dikatakan, ujian Perangkat Desa ini tidak gratis untuki biaya pendaftaran saja per peserta Rp 1 juta dan bagi yang lulus ujian nantinya di bebani dana pembangunan Desa Rp 75 juta. Kalau di hitung jumlah uang pendaftaran tahap pertama dan tahap ke dua sejumlah Rp 17 juta, katanya.

Dana  keseluruhan yang di serap dari calon peserta ini, sebelum ujian dilaksanakan akan di gunakan untuk pembangunan Desa dan biaya rapat-rapat ples untuk biaya ATK ujian, namun kenyataan sampai sekarang tidak ada pertanggungan jawab oleh Panitia. Pada hal, hal ini sudah di gembar gemborkan oleh panitia dan pak Kades Eka Saputra SE di muka umum.

Belum lagi dana sumbangan dari peserta yang lulus ujian Putri Agusningtias, jumlahnya Rp 75 juta belum ada pertanggung jawabpan sama sekali oleh panitia dan Kades. Sesuai rencana oleh Panitia/Kades dana untuk pariwisata/stadytur yang pesertanya terdiri dari anggota BPD 9 orang suami dan istri [18] orang, Perangkat Desa, Kades dan Sekdes jumlah 9 orang yang melibatkan suami, istri dan anak [27] orang, ketua RT/RW jumlah [15] orang dan LPM jumlah [10]orang.

Namun kenyataan semua rencana ini gagal  dan uang untuk bancakan orang-orang tersebut, masing-masing per orangnya di jatah Rp 150 ribu, itu pun uang yang dibagi hanya sebagian dan yang  mau datang  menanda tangani.

Selain itu, janji pak Kades Eko Saputra SE dalam forum rapat-rapat di kantor Desa uang Rp 75 juta untuk, pembangunan parkir sepeda, pemasangan Ac kantor Desa, pasang CCTV kantor Desa dan pembelian TV warna, sayang, semua ini belum di realisasikan, hanya TV yang sudah di belikan, lainya uang yang jutaan rupiah masih di embat pak Kades, jelas kata Gunawan yang juga panitia sejenis galian C di Desanya.

Menurut sumber, hasil penelusuran wartawan online di Gebyok memang benar pak Kades Eko Saputra SE, banyak dan sering memberi janji janji kepada warganya masalah pembangunan, janji dana itu, belum direalisasikan untuk pembangunan. “ Dulu pak Kades sering ngobrol di warung duduk sama warganya, sekarang tak muncul hidung belangnya” pasalnya, sekarang, kalau pak Kades datang, warganya menghindar/kabur, kata Suyanto ketika mendatangi rumah wartawan suara online Senin [4/5].

Pelaksanaan ujian Kamituwo/kepala Dusun dan Bayan/ Jogoboyo ini di laksanakan bulan Nopember tahun 2014 dan lowongan Jogoboyo hingga sekarang belum ada, [tar]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *