Uang Saku 75.000, 453 Linmas Tuding Bupati Sumenep Uang Pelecehan

oleh -19 views
Salah Satu Peserta Saat Ikuti Pelatihan

Malang, Suara Indonesia-News.Com – Sebanyak 453 Pelindung Masyarakat (Linmas), Tuding Bupati Sumenep KH. Abuya Busyro Karim Lecehkan dirinya.

Pasalnya, mereka hanya di beri uang saku sebesar 75.000 per peserta setelah mengikuti pelatihan wawasan kebangsaan selama 3 hari dari tanggal (24-26/11/2014), di Yonko 464 Paskhas, Lanud Abd Saleh Malang.

”Kami sangat kecewa kepada Bapak Bupati mas, kami merasa sangat dilecehkan, karena kami sudah mengikuti pelatihan selama 3 hari di malang, sementara kami hanya dikasik uang saku 75.000,” keluh Abdurrahman, salah satu peserta pelatihan.

Di waktu yang berbeda, salah satu peserta yang berharap namanya tidak usah di cantumkan juga mengungkapkan, dirinya sangat kecewa dan menyesal mengikuti pelatihan wawasan kebangsaan tersebut, karena uang saku yang diberikan sangat menyinggung perasaannya.

“Saya sangat kecewa dan menyesal mas ikut pelatihan ini, masa ia, saya selama 3 hari di malang hanya diberi uang saku 75.000, sementara kalau saya kerja becak paling tidak 50.000 per hari pasti dapat,” paparnya dengan nada dan raut wajah kecewa.

Untuk di ketahui, Sebanyak 453 Pelindung Masyarakat (Linmas) Se-Kabupaten Sumenep Madura sejak Senin (24/11/2014), mengikuti pelatihan wawasan kebangsaan yang dipusatkan di Yonko 464 Paskhas, Lanud Abd Saleh Malang.

Pelatihan yang berlangsung selama 3 hari tersebut sebelumnya di lakukan pembukaan di depan Pendopo Kabupaten Sumenep oleh Bupati Sumenep KH. Abuya Busyiro Karim yang dihadiri para pejabat Muspida Sumenep juga Wakil Komandan Batalyon Komando 464 Paskhas Mayor Psk Verial Tunruribela beserta para pelatih dari Yonko 464 Paskhas.

Pelatihan ini merupakan program kerja Kesbang Linmas Pemerintah daerah Kabupaten Sumenep yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan sebagai aparat keamanan wilayah Kabupaten Sumenep.

Peran TNI AU dalam hal ini Yonko 464 Paskhas selaku Pembina latihan adalah sebagai bentuk pembinaan ketahanan wilayah.

Adapun materi yang diberikan antara lain pemberian santiaji wawasan kebangsaan, PBB, bintal kajuangan, bintal rohani bahkan pelatihan turun tebing pun tidak luput dari bentuk kepelatihan guna memberikan ketrampilan bagi para peserta. (Zai/Im/Jk).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *