Turbulensi Hambat Proses Pemadaman Api Kebakaran Hutan Gunung Arjuno dan Welirang

Proses pemadaman api kebakaran hutan dan lahan di gunung Arjuno dan Gunung Welirang dengan menggunakan Helikopter MI8-MTV bom air (water bombing).

KOTA BATU, Sabtu (19/10/2019) suaraindonesia-news.com – Proses pemadaman api kebakaran hutan dan lahan di gunung Arjuno dan Gunung Welirang dengan menggunakan Helikopter MI8-MTV bom air (water bombing), Sabtu (19/10/2019) hanya mampu memadamkan di tiga titik api. Turbulensi yang terjadi di siang hari menjadi penghambat proses pemadaman api.

Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Batu, M Choirur Rochim mengatakan yang menjadi penghambat proses pemadaman api kebakaran hutan dan lahan Gunung Arjuno dan gunung Welirang pada, Sabtu (19/10/2019) karena terjadi turbulensi yang besar dan hal tersebut bisa mengancam pada keselamatan penerbangan (Unsafe Flight)

“Karena factor turbulensi yang besar, Helikopter MI8-MTV pembawa bom air, water bombing, pada siang hari dihentikan, karena mempertimbangkan keselamatan penerbangan Unsafe Flight. Pilot kesulitan untuk mengatur jarak aman drop air,” kata M Choirur Rochim.

Meski demikian, Helikopter pembawa bom air yang diterjunkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mampu memadamkan api di tiga titik dan telah dinyatakan api sudah padam. Rencana Operasi Besok, Minggu, 20 Oktober 2019 diputuskan untuk terbang lebih pagi yaitu pukul 04.30 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB.

“Untuk penerbangan diatas pukul 12.00 WIB akan disesuaikan dengan kondisi cuaca, Seluruh Tim nantinya tetap berada di posisi masing-masing sesuai rencana operasi untuk melaksanakan waterbombing,” jelasnya.

Lanjutnya, setelah dilakukan observasi udara untuk wilayah Garotan, Putuk dali, Curah Kebon dan Tung Medot, Kali Jarak sudah padam. Titik Pemadaman Pukul 09.56 WIB Helikopter mengambil air di Sungai Porong dan melakukn waterbombing di daerah Garotan.

“Pada pukul 11.20 WIB Pengambilan air kedua di Bendungan Selorejo dan melakukan waterbombing di daerah Watu Bagong dan Curah Sriti Gunung Arjuno dan gunung Welirang,” pungkasnya.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here