Tuntaskan Kawasan Kumuh Strategi Kolaborasi Jadi Solusi

Suasana lokakarya dihotel Cipta Kayuagung.

OGAN KOMERING ILIR, Rabu (14/8/2019) suaraindonesia-news.com – Guna mewujudkan kawasan tanpa kumuh diperlukan dukungan penuh dari pihak pemerintah setempat, perusahaan serta pihak terkait. Sehingga dengan kolaborasi dan saling bekerjasama lebih cepat menuntaskan kawasan kumuh.

Achmad Irwan Kusuma ST. MT,  Kepala Balai Pengembangan Perencanaan Wilayah (BPPW) Provinsi Sumatera selatan (Sumsel), mengatakan, kementerian PU Direktorat Ciptakarya telah mengelontorkan anggaran untuk penanganan kawasan kumuh, baik skala kawasan, skala lingkungan di Kota Kayuagung Kabupaten OKI di tahun 2019 ini. Yaitu, kegiatan Kotaku, Sanimas serta kegiatan Pamsimas.

“Kalau untuk kegiatan Kotaku, itu telah kita laksanakan di Kelurahan Paku Kecamatan Kota Kayuagung. Lalu untuk Sanimas, di 20 lokasi serta Pansimas di 16 lokasi kegiatan yang tersebar di Kabupaten OKI. Itu yang kita laksanakan di tahun 2019 ini,” ungkapnya disela kegiatan Lokakarya pencegahan dan penanggulangan kumuh serta strategi kolaborasi program Kota Tanpa kumuh (Kotaku) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), di Hotel Cipta Kayuagung, Rabu (14/8).

Lanjutnya, selain fokus pada kegiatan penanganan kumuh perkotaan yang ada di kota kayuagung. Juga mengimformasikan, kegiatan-kegiatan apa saja yang dilaksanakan BPPW Provinsi Sumsel di tahun 2019 serta di tahun 2020. Lalu, apa saja usulan yang disampaikan pemkab OKI untuk dibiayai.

“Kami juga di tahun ini menangani rehap 15 sekolah yang ada di OKI, saat ini sudah masuk tahap kontruksi,” ujarnya.

Irwan mengimbau, agar kegiatan ini bisa terlaksana serta kawasan kumuh bisa diperkecil. Pemkab OKI harus menyiapkan kawasan yang siap bangun serta melaksanakan pembangunan, memperbaiki jaringan-jaringan untuk menunjang kemajuannya seperti, jaringan jalan, air minum dan lainya.

“Seperti kita tahu perkembangan masyarakat dengan lokasi pemukiman kalah cepat tumbuhnya,” jelasnya.

Sementara Kapala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda OKI, DRS. Fatkhurrohman, MTP, menjelaskan,  arah kebijakan pembangunan pemukiman kumuh di Kabupaten OKI tahun 2019-2024 sesuai dengan Visi, Misi Bupati  dan Wakil Bupati OKI terpilih. Yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menenggah Daerah (RPJMD).

“Jadi visi, misi serta program tersebut sudah tertuang dalam RPJMD,” jelasnya.

Lanjut Fatkhur, adapun visi Kabupaten OKI, terwujudnya masyarakat OKI yang lebih maju, mandiri, sejahtera berlandaskan iman dan taqwa.

Sementara misi Kabupaten OKI,

1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa.

2. Melanjutkan pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana.

3. Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan.

4. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

5. Mewujudkan penataan ruang yang ramah lingkungan.

6. Menciptakan kehidupan sosial-budaya masyarakat yang religius, tertib, aman dan nyaman.

“Inilah visi, misi yang tertuang dalam RPJMD lima tahun kedepan.
Tentu, dengan adanya program Kotaku ini bisa mewujudkan misi ini,” ungkapnya.

Masih kata Fatkhur, melihat dari pertumbuhan ekonomi di Kabupaten OKI lima tahun belakang  meningkat di tahun 2018 yang lalu. Walaupun, lebih rendah dari peningkatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumsel.

Begitu juga angka kemiskinan di Kabupaten OKI terjadi penurunan, walaupun tidak signifikal di banding dengan Provinsi.

“Kita Kabupaten OKI termasuk no urut tiga tertinggi angka kemiskinannya, dibandingkan kabupaten/kota se-Sumsel,” ujarnya.

Sementara, indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten OKI masuk urutan ke10 se-Sumsel.

“Inti dari evakuasi ini adalah untuk memacu kita dalam melakukan pembangunan yang lebih cepat,” harapnya.

Tambahnya, program Kotaku ini sangat terbantu sekali untuk penangganan permukiman kumuh di Kabupaten OKI.

Harapannya, pihak BPPW, perusahaan serta pihak terkaitlainnya bisa membantu menangani permukiman kumuh di luar Kecamatan Kayuagung. Sehingga bisa memperkecil kawasan kumuh di OKI ini.

“Tahun ini kami bekerjasama dengan tim program Kotaku untuk melakukan survei ulang terhadap wilayah-wilayah di luar kota Kayuagung, sejauh mana tingkat kekumuhan wilayah tersebut serta pengurangan tingkat kekumuhannya,” urainya.

Konsultan pemberdayaan Kabupaten OKI, Lolan Angga Candra, mengatakan, tujuan dari acara ini untuk menangani kawasan kumuh yang ada di Kabupaten OKI.

“Maka dari itu kita undang dari Kepala BPPW Provinsi Sumsel, Dinas PRKP, Bappeda serta pihak-pihak terkait lainnya,” jelasnya.

Menurut Lolan, adanya kolaborasi dengan pemerintah daerah, perusahaan serta pihak-pihak terkait lainnya bisa lebih cepat dalam menuntaskan kawasan kumuh di Kabupaten OKI ini.

“Maka dari itu kami mengharapkan dukungan penuh dari pihak pemerintah setempat, perusahaan serta pihak terkait. Sehingga dengan kolaborasi dan saling bekerjasama lebih cepat  menuntaskan kawasan kumuh yang ada di Kabupaten OKI,” tandasnya.

Reporter : Firman
Editor : Amin
Publish : Mariska


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here