Tuai Kontroversi, Pakar Hukum Unpak Sarankan PD PPJ Evaluasi Ulang KAK

Blok F Pasar Kebon Kembang Kota Bogor

Reporter : Iran G Hasibuan

BOGOR, Senin (17/4/2017) suaraindonesi-news.com – Salah satu peserta beauty contest blok F pasar kebon kembang kota bogor, jawa barat H. Ade dari PT. Pakuan Propetindo geram dengan Direksi PD PPJ, pasalnya, ketidak transparan direksi PD PPJ pada Penunjukan Langsung (PL) kepada salah satu perusahaan yang ditunjuk untuk merevitalisasi blok F pasar kebon kembang.

Menurutnya, pada awal pembukaan beauty contest ada delapan calon investor yang menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam rangka revitalisasi blok F, hanya saja pada saat itu hanya tinggal dua perusahaan yang bersaing, yaitu PT Fortunindo dan PT Mulyagiri KSO PT Mayasari Bhakti Utama. Karena menurut panitia pada saat itu kedua kontestan belum memenuhi KAK (Kerangka Acuan Kerja) maka dinyatakan gugur.

Dikatakan Ade, usai gugur tahap pertama, maka dibukalah beauty contest tahap ke dua, tapi pada saat kegiatan anwijzing di lokasi pasar Kebon Kembang dihadiri oleh tujuh peserta calon investor. Dari ketujuh calon investor tersebut yang memasukkan berkas persyaratan hanya empat perusahaan yaitu PT Brajamustika, PT Waskita Jaya Purnama, PT Mulyagiri KSO PT Mayasari Bakti Utama, PT Pakuan Propertindo KSO PT Graha Kuwera Propelat.

“Setelah panitia melakukan pemeriksaan berkas administrasi terhadap keempat perusahaan tersebut tidak satu pun perusahaan yang memenuhi kualifikasi secara administrasi sesuai dengan KAK,” ujar H. Ade.

H. Ade juga mengatakan setelah dinyatakan gugur keempat kontestan di undang oleh panitia PD PPJ.

“Singkatnya kempat kontestan melakukan pertemuan dengan panitia seleksi dan disampaikan segala kekurangan masing-masing perusahaan,” terangnya.

Lanjut H. Ade, pada saat itu panitia seleksi dengan menyatakan seleksi calon investor revitalisasi blok F pasar Kebon Kembang jilid dua dinyatakan tidak ada pemenang dan akan dilanjutkan dengan Seleksi Langsung, tuturnya.

Pada Seleksi Langsung tersebut keempat calon investor diberikan kesempatan untuk mengikuti kembali dengan melengkapi segala persyaratan yang telah ditetapkan dalam KAK sampai dengan batas waktu tanggal 7 November 2016, karena menurutnya ada perubahan KAK pada saat itu, yaitu mengenai jaminan berupa bank garansi saja karena sebelumnya ada dua yang diperbolehkan dalam KAK yaitu deposito dan bank garansi.

Diantara keempat kontestan tersebut yang mengantarkan berkas hanya tiga perusahaan sementara PT Mulya Giri KSO PT Mayasari Bhakti Utama tidak mengantarkan berkas, hanya surat minat saja, imbuhnya.

“Pertanyaannya, kok bisanya PT Mulya Giri KSO PT Mayasari Bhakti Utama yang ditunjuk padahal perusahannya tidak mengantarkan berkas, dan kami pun tidak di undang sama sekali pada proses PL, saya setuju dengan pernyataan pakar hukum dari Unpak Bapak Bintatar Sinaga agar PL tersebut dibatalkan dan evaluasi kembali KAK nya,” kata H. Ade.

Sementara pakar hukum Unpak Bintatar Sinaga mengatakan, proses PL ini dipertanyakan, karena menurutnya kesalahan pada beauty contest blok F ini ada pada KAK, sehingga harus di evaluasi kembali isi KAK tersebut.

Bintatar juga menuturkan, seharusnya sebelum melakukan pengumuman tender, PD PPJ terlebih dahulu melakukan appraisal agar calon investor dapat menghitung terutama pada profit sharing, terangnya.

“Bagaimana mungkin calon investor menghitung dengan profit sharing, jika aset PD PPJ saja tidak tau berapa jumlahnya,” tutur Bintatar.

Sementara Kabag Hukum PD PPJ Heru mengatakan, dilaksanakannya PL ini berdasarkan Peraturan Direksi PD PPJ no I tahun 2015, yang intinya adalah dalam pengadaan barang dan jasa dapat dilakukan pengadaan dalam pemilihan mitra kejasama pemanfaatan yaitu seleksi pemilihan, seleksi langsung dan penunjukan langsung, tulisnya melalui WhatsApp.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here