Trindikasi Bea Siswa Disunat, Dewan Akan Panggil Petinggi STKIP PGRI SUMENEP

oleh -43 Dilihat

SUMENEP, SUARA INDONESIA-NEWS.COM – Setelah sempat di tuding tidak transparan dalam mengelola keuangan kampus, petinggi STKIP PGRI Sumenep kembali di tuding melakukan pemotongan bea siswa. Masing-masing penerima bea siswa dipotong Rp 350 ribu.

“Bea siswa yang kami terima Rp 2.100.000, harus dikembalikan lagi pada kampus sebesar Rp 350 ribu, gak jelas alasannya untuk apa,” kata Linda (19), salah satu penerima bea siswa STKIP PGRI Sumenep, Rabu (17/12/2014).

Namun begitu, pihaknya sempat diberi tahu pihak kampus, bahwa uang tersebut akan dipergunakan untuk biaya pengurusan, biaya adminitrasi, dan hutang mahasiswa pada kampus. Padahal pihaknya mengaku tidak pernah punya hutang atau tanggungan pada kampus.

“Ketika saya tanya pada pihak kampus, alasannya ya begitu untuk biaya adminitrasi atau untuk membayar hutang, padahal saya tidak pernah punya hutang,” bebernya.

Suhaidi, Kepala unit penjaminan mutu STKIP PGRI Sumenep, mengaku tidak tahu menahu persoalan pemotongan bantuan bea siswa tersebut. Meski demikian, pihaknya berjanji akan mengecek kebenaran informasi tersebut.

“Saya tidak tahu masalah pemotongan bea siswa, kalau memang semikian saya akan kroscek kebenarannya,”kata Suhaidi, Kepala unit penjaminan mutu STKIP PGRI Sumenep.

Sementara, Ketua Komisi D DPRD Sumenep, menyayangkan adanya pemotongan bea siswa di STKIP PGRI Sumenep. Pihaknya berjanji dalam waktu dekat akan memanggil petinggi STKIP PGRI untuk mengklarifikasi masalah tersebut.

“Ini memalukan sekali, masak pihak kampus masih memotong bantuan bea siswa, tidak benar itu,” tegas A. Subaidi, Ketua komisi D DPRD Sumenep.

Zubaidi menambahkan, pihaknya sangat tidak setuju bila ada pemotongan bantuan bea siswa terhadap mahasiswa. Karena bantuan tersebut memang diperuntukkan untuk mahasiswa yang kurang mampu atau siswa berprestasi.

Sehingga pihaknya tidak membenarkan dilakukan pemotongan atau pengambilan biaya adminitrasi.

“Jika memang pihak kampus melakukan pemotongan bea siswa, tidak usah malu-malu lah kembalikan pada penerimanya, karena tindakan tersebut sudah menyalahi aturan,” pungkasnya. (Zai/Udien).

Tinggalkan Balasan