Trimen Harefa Tanggapi Isu Keagamaan yang Sedang Viral di Pulau Nias, Berikut Tanggapannya

oleh -4.642 views
Trimen Harefa, SH., MH, Tokoh politik kalangan milenial.

GUNUNGSITOLI, Minggu (6/6/2021) suaraindonesia-news.com – Beberapa Minggu terakhir dikalangan pengguna media sosial (Medsos) khusus nya di Kepulauan Nias dihebohkan dengan sebuah video berdurasi 03.07 menit, dimana isinya wawancara di chanel ANNABA TV oleh Ustadz Nababan pendiri pesantren mualaf annaba center dengan narasumber mantan pejabat Kementrian Luar Negeri yang pada pokoknya menyampaikan ada misi khusus membantu masyarakat Nias Selatan dibidang ekonomi yakni ternak ayam petelur dan nikah massal dikarenakan faktor tingginya biaya adat Nias Selatan.

Menanggapi hal tersebul para tokoh lintas agama memberikan respon terkait isu yang beredar, dari pantauan media salah satu sinode gereja besar di Indonesia BNKP sudah melaksanakan diskusi Moderasi lintas Agama.

Pada sebuah acara Institut Pendidikan IKIP Gunungsitoli, tokoh politik kalangan milenial Trimen Harefa, SH., MH juga turut menanggapi dengan tegas isu yang sedang berkembang tersebut. Koordinator Pokja Pemuda BNKP Aras Sinodal tersebut menegaskan bahwa video yang beredar tersebut wajar menuai pro kontra dan jadi viral.

Menurut nya, Pro kontra muncul akibat faham yang dibangun oleh tokoh-tokoh agama Nasional kita sendiri, yakni adanya Paham Mayoritas dan Minoritas.

“Jadi reaksi ini muncul akibat tergerusnya jiwa Pancasila dalam pribadi setiap anak bangsa akibat polarisasi yang dibangun oleh tokoh politik nasional kita sendiri, ke daerah begini akibatnya,” kata nya.

Secara Kebhinekaan kata dia, semestinya menyambut baik program dari organisasi Agama manapun, Nias harus membuka diri.

“Kita ini harus hidup berdampingan secara rukun dan menerima keberadaan agama manapun juga,” tutur nya.

Anggota PERADI ini juga menambahkan dalam sela-sela diskusi bahwa program ini menampar wajah Pemerintah Daerah setempat yang dirasakan kurang maksimal menekan angka kemiskinan termasuk dalam meremajakan proses dan nilai adat. Kedepan pasca Pilkada, dalam penyusunan program kegiatan setiap Dinas/Badan harus berkorelasi dan menjadi stimulus mewujudkan kesejahteraan masyarakat, jangan programnya copy paste tahun ke tahun.

“Saya pribadi dan sebagai pemuda BNKP sangat menyambut baik jika ada program ini, keyakinan saya mengajarkan saya jikapun ada yang murtad pastinya Imannya yang bermasalah dan ini kebebasan yang dijamin undang-undang. Kita semua harus hargai. Harapan kita tentunya didaerah-daerah yang minoritas kristen juga (Protestan dan Khatolik) dapat mengaktualisasikan nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat, jangan lagi ada perihal tutup menutup Gereja, Vihara dan tempat ibadah lainnya,” ucap Trimen.

Tokoh pemuda Nasionalis-Religius ini juga turut mengapresiasi diskusi kebangsaan yang dipelopori oleh Prodi PKN IKIP Gunungsitoli.

“Semoga kedepan IKIP Gunungsitoli semakin maju dan terdepan dalam membumikan Pancasila,” tukas nya.

Reporter : Topan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *