Trend Ekonomi Melambat Namun Orenz Taxi Tetap Survive

Orenz Taxi

SURABAYA, Suara Indonesia-News.Com – Kondisi pasar secara umum dan kondisi perekonomian terprediksi masih dan akan stagnan sampai tahun depan bukanlah suatu hal yang cukup baik didengar oleh pelaku bisnis.

Nilai tukar Dollar yang sudah menembus angka 14 ribu dan terus bertahan ikut menghiasi headline beberapa surat kabar beberapa waktu yang lalu.

Melambatnya investasi dan sirkulasi uang dimana masyarakat jauh lebih selektif dan berhati hati dalam membelanjakan uang-nya adalah imbas dari kondisi perekonomian secara besaran.

Jika para pelaku bisnis hanya pasrah dan “bertahan” dalam kondisi perekonomian sekarang, tentunya juga suatu pilihan masing-masing yang tidak dapat kita paksakan. Namun O-RENZ memilih untuk melihat dari sisi dan perspektif yang berbeda. O-RENZ melihat opportunity dalam tantangan yang akan kita hadapi bersama beberapa waktu ke depan

Orenz melihat Pangsa pasar jasa penggunaan taksi di Surabaya, Jawa Timur masih tinggi. Meskipun, saat ini terlihat penurunan permintaan transportasi taksi.

“Meski secara ekonomi, pertumbuhan tahun ini menurun dibanding sebelumnya, pangsa pasar jasa penggunaan taxi di Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya masih sangat tinggi,” ucap General Manager Orenz Taxi, Qodarul Mujib, Jumat (2/10) saat media gathering di the Biliton Caffe Surabaya.

umtuk menhadapi itu semua GM Orenz taxi Qodarul Mujib berbagi cerita apa yang sudah dilakukannya.

Yang pertama, saat ini kami mengambil cara yang sama seperti pengusaha lain yaitu efektifitas dan efisiensi, bukan cutting cost ! Cost terbesar kami terletak pada perawatan unit dan Komisi untuk pengemudi (mitra).  Itulah kenapa kami lebih prefer pada efektifitas dan effisiensi budget pada pos pos yang penting genting dan pada pos pos budget yang memang merupakan bagian dari layanan untuk pelanggan.

Yang kedua, Orenz percaya bahwa layanan adalah faktor utama yang dicari pelanggan taxi. Oleh karena itu control dan pembinaan berkala pada rekan mitra dan lini ujung tombak digencarkan. Sementara khusus Untuk pengemudi kami lakukan Refreshment Training secara berkala dan dilakukan rutin agar rekan rekan mitra dapat memahami dan dapat mengikuti standard layanan  yang telah di tetapkan. Untuk Telephonis pun sebagai ujung tombak penerima order pun sama, mereka kita training secara berkala terutama untuk cara komunikasi dan handling complain dari pelanggan.

Yang Ketiga adalah promosi yang tepat dan terintegrasi untuk mendapatkan hasil yang terukur dan sesuai segment yang dituju. Di Bulan Oktober ini O-RENZ akan melakukan serangkaian kegiatan dengan tujuan untuk mengembangkan market serta memacu pertumbuhan sampai akhir tahun 2015.

Acara acara tersebut antara lain : CashBack 15 Ribu langsung tanpa diundi untuk pengunjung mall, ORENZPIT yaitu suatu tempat di lokasi yang acak dimana ketika pelanggan yang datang ke lokasi tersebut dengan naik taxi O-RENZ akan langsung mendapat hadiah menarik. Serta acara Mistery Driver yaitu acara dimanasejumlah staff dan kepala Departemen O-RENZ yang akan menyamar menjadi pengemudi dan akan melayani pelanggan via Reservasi maupun Pelanggan di jalan.

Menariknya, untuk perjalanan pelanggan akan digratiskan plus mendapat hadiah kejutan. Event social media juga akan dilakukan secara pararel sepanjang bulan Oktober jadi silahkan saja follow @orenztaxi di facebook, twitter dan instagram kami.

Puncak dari kegiatan akan diadakan pada tanggal 25 Oktober 2015 akan menggelar acara kejutan untuk pelanggan di tempat keramaian.

Qodarul Mujib menegaskan Harapan Manajemen orenz tentunya pelanggan bisa gaining experience atau mendapatkan pengalaman yang “lebih” jika menggunakan layanan O-RENZ. Karena kembali lagi, kita ingin menmberikan added value lebih kepada pelanggan dibandingkan dengan operator taxi lain yang hanya sekedar mengantar dari satu titik ke titik yang lain. Jika naik O-RENZ, pelanggan pasti mendapatkan pengalaman yang berbeda karena banyak kejutan bersama O-RENZ Taxi “

Saat ditanya oportunity di kota Surabaya Mujib menggambarkan, potensi masyarakat Surabaya dalam menggunakan jasa taksi sama seperti di Thailand dan beberapa negara ASEAN lainnya, yakni satu taksi berbanding antara 700 hingga 900 orang.

“Oleh karena itu masih begitu besar potensi masyarakat Surabaya, hal ini sama juga potensi di berbagai daerah di Indonesia, dan ini menjadi peluang bisnis yang bagus,” katanya.

Terkait dengan adanya jasa layanan ojek motor yang menggunakan modernisasi teknologi, Mujib mengaku sangat terpengaruh dan menyebabkan terjadi penurunan masyarakat dalam penggunaan jasa taksi.

“Tahun ini kita mengalami penurunan presentase antara10%-15% dibanding tahun 2014, dan penyebabnya antara lain melemahnya rupiah, adanya ojek motor yang menggunakan modernisasi teknologi, serta sebelumnya adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM),” ucapnya di Surabaya.

Meski demikian, Mujib optimistis penurunan itu akan kembali naik dan stabil dengan adanya upaya kebijakan pemerintah yang terus mendorong ekonomi untuk menjadi lebih baik.

“Nantinya masyarakat akan kembalike segment nya sendiri-sendiri,”Tukasnya. (Adhi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here