BeritaNasionalSosial Budaya

TRC PPA Indonesia Beri Penghargaan Bakti Tugas 2026, Prof. Yohana Yembise Jadi Penerima Utama

×

TRC PPA Indonesia Beri Penghargaan Bakti Tugas 2026, Prof. Yohana Yembise Jadi Penerima Utama

Sebarkan artikel ini
IMG 20260111 142440
Foto: Salah satu penerima utama penghargaan dari TRC PPA, Prof. Dr. A. Yohana Susana Yembise, M.Sc., Ph.D., mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI periode 2014–2019.

JAKARTA, Minggu (11/1) suaraindonesia-news.com – Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRCPPA) Indonesia memberikan penghargaan Bakti Tugas Tahun 2026 kepada sejumlah individu, institusi, dan kelompok masyarakat yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak di Indonesia.

Salah satu penerima utama penghargaan tersebut adalah Prof. Dr. A. Yohana Susana Yembise, M.Sc., Ph.D., mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia periode 2014–2019.

Pemberian penghargaan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 11 Januari 2026. Penetapan penerima didasarkan pada surat usulan Koordinator Lapangan TRCPPA Indonesia Nomor 05/LL/2026 tertanggal 5 Januari 2026, serta laporan hasil evaluasi dan seleksi yang disusun Panitia Penilaian pada 10 Januari 2026.

Ketua Koordinator Nasional TRCPPA Indonesia, Jeny Claudya Lumowa, menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas bakti tugas luar biasa para penerima dalam penguatan sistem perlindungan serta pemberdayaan perempuan dan anak.

“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak, baik melalui kebijakan, pelayanan, maupun pendampingan di masyarakat,” ujar Jeny Claudya Lumowa dalam keterangan resminya.

Sebagai penerima utama, Prof. Dr. A. Yohana Susana Yembise dinilai memiliki kontribusi signifikan, baik di bidang akademis maupun kebijakan publik. Yohana Yembise tercatat sebagai guru besar perempuan pertama asal Papua di Indonesia, yang memperoleh gelar profesor dalam bidang desain silabus dan pengembangan materi pembelajaran di Universitas Cenderawasih pada November 2012.

Di tingkat internasional, pada 2017 Yohana Yembise menjadi satu-satunya perempuan penerima penghargaan Outstanding Alumni dalam kategori Achievement in Community Service dari Simon Fraser University, Kanada, terpilih dari sekitar 150.000 alumni yang tersebar di 141 negara. Ia juga pernah dipercaya menjadi ketua tim seleksi guru bahasa Inggris untuk program pengiriman ke Sunshine Coast University, Australia, serta anggota komite pemberian beasiswa Australian Development Scholarship untuk Indonesia.

Dalam kapasitasnya sebagai Menteri PPPA, Yohana Yembise berperan dalam penguatan kebijakan perlindungan perempuan dan anak. Di antaranya adalah pengesahan revisi Undang-Undang Perkawinan yang menaikkan batas usia minimal perkawinan menjadi 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan, pengesahan Undang-Undang tentang Tindakan Kebiri Kimia, serta pengusulan sejumlah rancangan undang-undang strategis, seperti RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Pengasuhan Keluarga, dan RUU Kesetaraan Gender.

Selain itu, Yohana Yembise meluncurkan dan menyosialisasikan program Negeri Layak Anak di berbagai daerah, termasuk Maluku Tengah dan Papua, mendorong pembangunan PPPA era 4.0 melalui kolaborasi lintas sektor, serta menyusun Grand Design peningkatan keterwakilan perempuan pada Pemilu 2019. Ia juga mengkampanyekan program Three Ends yang bertujuan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, serta kesenjangan ekonomi bagi perempuan.

Penghargaan Bakti Tugas TRCPPA Tahun 2026 juga diberikan kepada institusi Polres Berau beserta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Berau, serta UPT PPA Kabupaten Berau. Institusi tersebut dinilai berhasil menangani kasus pencabulan anak dan sodomi secara efektif dalam waktu kurang dari 30 hari dengan pendampingan terpadu dan dukungan pemulihan korban secara menyeluruh.

Selain itu, TRCPPA Indonesia juga memberikan penghargaan kepada kelompok masyarakat yang dinilai aktif dalam pendampingan psikologis serta pemberdayaan ekonomi bagi korban kekerasan di wilayahnya.

Bentuk penghargaan yang diberikan meliputi piagam penghargaan bertanda tangan Ketua Koordinator Nasional TRCPPA Indonesia dengan tulisan “Atas Bakti Tugas yang Luar Biasa”, plakat penghargaan berlogo TRCPPA Indonesia, serta bantuan operasional atau dukungan program sesuai kebutuhan penerima.

Penyerahan penghargaan akan dilakukan secara terpisah oleh panitia yang ditunjuk, dengan koordinasi langsung bersama masing-masing penerima sesuai kesepakatan waktu dan tempat. Keputusan pemberian penghargaan tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Reporter: Zaini
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan