Transportasi Jalur Laut, Rudy Susanto Tanggap Pemulangan Santri Salafiyah Syafi’iyah

oleh -284 views
Rudy Susanto, SH, MH, Kepala Kantor UPP Kelas Sapudi, Sumenep

SUMENEP, Senin (17/5/2021) suaraindonesia-news.com – Rudy Susanto, SH, MH selaku representasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku Kepala Kantor UPP Kelas Sapudi, Sumenep Senin (17/5/2021) mempersiapkan arus balik santri salah satunya santri Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo selang masa kembali ke pesantren masing masing yang melalui jalur laut.

Di masa Pandemi Covid-19 yang masih melanda negeri ini, kapal Tol Laut tetap melayani wilayah-wilayah bagian timur Madura, terutama kawasan Madura, Sapudi dan Raas menuju Jangkar dan sebaliknya.

Sebanyak 3 kapal diantaranya Kapal Tol Laut KM Sabuk Nusantara (Sanus) 35, Sanus 92 dan Sanus 99 disiapkan di Pelabuhan Raas dan Sapudi, Madura. Kapal subsidi pemerintah ini datang ke Pelabuhan Sapudi tanggal 20 Mei 2021 untuk mengangkut 600 santri dan pelabuhan Raas tanggal 21 Mei 2021 disiapkan untuk 400 santri.

“KM. Sabuk Nusantara 35, 92 dan 99 merupakan trayek yang ditugaskan untuk melayani membludaknya penumpang santri yang menuju pelabuhan Jankar dengan operator PT. Pelni,” kata kepala KUPP Sapudi, Rudy Susanto.

Pria asal Pamekasan ini juga mengatakan, Tahun Anggaran 2021 Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyediakan 3 kapal trayek tol laut dengan jaringan trayek menuju Jangkar.

Pihaknya berharap kehadiran kapal tol laut ini bisa menjadi sarana bagi masyarakat wilayah Raas dan Sapudi yang dapat dimanfaatkan untuk pengiriman kebutuhan masyarakat, kebutuhan pokok dan penting, solusi atas pemulangan santri saat ini.

Rudy Susanto yang dirumorkan sebagai kandidat pada bursa calon Bupati Pamekasan ini menjamin bahwa meskipun negara saat ini dalam situasi Pandemi Covid-19 , Pemerintah akan terus hadir agar pelayanan transportasi laut tetap berjalan normal.

“Sebagaimana arahan Bapak Menteri Perhubungan, kami akan memastikan pengiriman logistik tetap lancar, terutama untuk komoditas kebutuhan pokok dan barang strategis termasuk di wilayah timur madura terkhusus pada pemulangan santri tahun ini,” pungkas Rudy.

Dalam konfirmasi santri Salafiyah Syafiiyah yang berasal dari Sukurejo, Wali Songo, Seletreng (Situbondo) maupun pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo dan pesantren lainnya di wilayah Sitobondo, Bondowoso, dan Probolinggo. KH Abd Majid Imam selaku ketua ikatan santri Salafiah Syafi’iyah mengajukan permohonan atas pemenuhan tes Genose bagi santri, yang disanggupi oleh KUPP Sapudi langsung dengan mempersiapkan 1000 kantong nafas dan 10 hepa filter yang pengoperasian langsung dilakukan oleh operator genose C 19.

“Kami menyiapkan tes dan protokol kesehatan lengkap dengan melibatkan anggota KUPP Sapudi yang sudah dilatih oleh tim genose di Jakarta,” tukasnya.

Reporter : May
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *