Tragis! Warga Pamekasan Dianiaya Pakai Celurit, Begini Kronologinya

oleh -240 views
Foto: Kondisi Rumah Korban di Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

PAMEKASAN, Senin (25/07/2022) suaraindonesia-news.com – Moh Syafiudin (40), warga Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dianiaya menggunakan sebilah celurit saat berada di rumahnya.

Insiden ini terjadi pada Senin siang sekitar pukul 11.00 WIB. Korban yang dianiaya menggunakan sebilah celurit, saat itu sedang beristirahat.

Akibatnya, korban mengalami luka sabetan celurit yang cukup parah dibagian tengkuk kepala sebelah kiri.

Beruntung nyawa korban bisa tertolong, setelah istri korban dibantu warga setempat langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pamekasan untuk mendapatkan perawatan medis atau pertolongan pertama.

Saat dikonfirmasi media, Kasubbag Humas Polres Pamekasan, AKP Nining Dyah, membenarkan insiden penganiayaan yang menimpa Moh Syafiudin.

Pihaknya mengungkapkan, pelaku berinisial Y (50) dan R (52), keduanya merupakan warga Dusun Montonggeh, Desa Terrak, kecamatan setempat.

Kronologinya begini, awalnya korban mengendarai bentor (becak motor) membawa penumpang atas nama Ibu Waroh (43) warga setempat.

Menjelang siang, korban langsung pulang kerumahnya dan beristirahat. Saat korban tengah tidur, tak lama berselang datang dus orang yang dikenali oleh istri korban.

Mereka adalah YT dan TR alias Pak Tupah. Kedua orang ini langsung menanyakan keberadaan Syafiudin pada sang istri.

“Dengan nada suara yang tinggi sambil membawa senjata tajam jenis celurit, lalu istri korban bilang bahwa korban sedang tidur didalam rumahnya,” ungkap Nining.

Tanpa pikir panjang, kedua pelaku langsung menerobos masuk rumah korban tanpa alasan yang jelas, meski istri korban sempat menanyakan keperluan kedua orang tersebut.

Sayangnya, kedua pelaku ini tak menghiraukan perkataan istri korban. Tiba-tiba, pelaku inisial YT langsung membacok korban.

“Pelaku langsung masuk ke dalam rumahnya dan melakukan tindakan penganiayaan pembacokan,” paparnya.

Sementara Kapolsek Tlanakan, AKP Achmad Supriyadi menambahkan, melihat kejadian itu, istri korban berusaha untuk menolong suaminya dan melerai perkelahian itu.

Sang istri sempat memegang tangan pelaku inisial YT untuk mencegah melakukan pembacokan terhadap suaminya. Namun sayang, usahanya gagal. Sang suami masih terkena sabitan celurit pelaku.

“Setelah melakukan pembacokan, kedua pelaku langsung pergi meninggalkan tempat kejadian perkara,” tambahnya.

Untung saja, polisi langsung sigap menangani perkara penganiayaan ini. Selang beberapa jam kemudian, kedua pelaku berhasil diamankan petugas berikut barang buktinya.

“Untuk kasus ini akan dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut di Mapolres Pamekasan. Pelaku sudah kami amankan, namun motif pelaku melakukan penganiayaan tersebut masih kami dalami,” pungkasnya.

Pelaku saat ini sudah diamankan di Polres Pamekasan dan dikenakan Pasal 170 ayat (1) Sub 351 ayat (2) Jo 55, 56 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Reporter : My
Editor : Nurul Anam
Publisher : M Hendra E

Tinggalkan Balasan