TPID Provinsi dan TPID Kabupaten/Kota di Jawa Timur Perkuat Sinergi

oleh -43 views

Reporter: Cahya

Surabaya, Selasa 13/09/2016 (suaraindonesia-news-com) – TPID Provinsi dan TPID kabupaten/kota di Jawa Timur Memperkuat Sinergi melalui Penandatanganan Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah guna Pastikan Stabilnya Harga

Pada 9 September 2016, TPID Jawa Timur bersama 16 TPID kabupaten/kota telah resmikan roadmap pengendalian inflasi TPID kabupaten/kota sebagai wujud sinergitas program dan kebijakan antar TPID di Jawa Timur guna memperkuat upaya pengendalian inflasi di seluruh wilayah di Jawa Timur.

Berbagai program pengendalian inflasi yang telah dituangkan dalam roadmap pengendalian inflasi daerah mengacu pada 5 (lima) pilar strategi pengendalian inflasi Jawa Timur, yaitu “GADIS REMO KANGEN”, (i) Penguatan Kelembagaan, (ii) Produksi, Distribusi dan Konektifitas, (iii) Regulasi dan Monitoring, (iv) Kajian dan Informasi, serta (v) Pengendalian Ekspektasi.

Penyusunan roadmap pengendalian inflasi yang terstruktur dan menjadi komitmen dari semua pemangku kepentingan menjadi panduan TPID kabupaten/kota dalam menetapkan tujuan, sasaran, strategi, dan mensinergikan kebijakan antar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota maupun instansi terkait dalam mengawal pencapaian sasaran inflasi daerah.

Oleh karena itu, penandatanganan roadmap di 16 TPID kabupaten/kota di Jawa Timur ini diharapkan semakin memperkuat keselarasan langkah TPID provinsi dan TPID kabupaten/kota dalam mendorong terwujudnya inflasi Jawa Timur yang rendah dan stabil.

Sebagai wujud nyata implementasi salah satu pilar strategi utama dalam roadmap TPID, yaitu Penguatan Kelembagaan, TPID Jawa Timur bersama jajaran instansi terkait, serta 16 TPID kabupaten/kota juga melakukan High Level Meeting TPID Jawa Timur dalam rangka mendorong penguatan kelancaran distribusi dan konektivitas antar wilayah melalui percepatan implementasi Program Kerjasama Antardaerah dengan optimalisasi peran BUMD dalam memperkuat lembaga buffer daerah. Ke depan, program kerjasama antardaerah ini juga diharapkan dapat bersinergi dengan berbagai program/kebijakan yang telah diinisasi oleh pemerintah sebelumnya, antara lain Toko Tani Indonesia (Badan Ketahanan Pangan), Pasar Tani (Dinas Pertanian), dan Rumah Pangan Kita (Bulog), serta Program Warung Jatim yang saat ini sedang diinisasi oleh Disperindag Provinsi Jawa Timur.

Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat peran pemerintah dalam mengelola kesinambungan pasokan komoditas pangan strategis di Jawa Timur, sehingga mendorong terjaganya stabilitas harga baik di level produsen dan konsumen guna mewujudkan tata niaga pangan yang efisien.

Tidak berhenti sampai disana, di era informasi ini, dimana internet dan perangkat-perangkat komunikasi lain menjadi sarana yang cepat untuk komunikasi, TPID Jawa Timur pun terus berupaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam rangka memberikan informasi yang komprehensif kepada para stakeholder maupun pemangku kepentingan, dan mempercepat komunikasi dan koordinasi antar pimpinan untuk membantu pengambilan kebijakan yang cepat dan tepat sasaran.

Dalam hal ini, TPID Jawa Timur terus memperkuat sinergi antar instansi terkait dalam percepatan implementasi Program Pengembangan Sistem Informasi Pangan yang komprehensif, terintegrasi dan dilengkapi dengan mekanisme early warning system.

Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh BI dan seluruh jajaran instansi pemerintah provinsi Jawa Timur yang tergabung ke dalam TPID Jawa Timur tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan pengendalian inflasi yang semakin kompleks dan bersifat struktural, yang terutama disebabkan oleh lemahnya kelembagaan di sektor pertanian/peternakan dan asymmetric information, sehingga rentan dimanfaatkan oleh para spekulan yang berdampak pada meningkatnya risiko terjadinya gejolak harga pangan di Jawa Timur. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak terlalu khawatir dan panik dalam merespon isu-isu terkait gejolak harga komoditas. Melalui berbagai upaya pengendalian inflasi tersebut, kami optimis inflasi Jawa Timur dapat terkendali di tahun 2016 di kisaran 4±1%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *