SUMENEP, Senin (3/1/2022) suaraindonesia-news.com – Penolakan tambang galian C yang menguruk lahan terus mendapatkan penolakan dari masyarakat, karena dinilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tutup telinga pada aspirasi yang disampaikan masyarakat, kali ini masyarakat mendatangi Kades Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Senin (3/1).
Kedatangan para pendemo meminta tanggung jawab kepala Desa untuk serius memberhentikan aktivitas tambang galian C, Kedatangan masyarakat di Motori oleh Koalisi Pemuda Penyelamat Gadu Barat (KPPG).
Kedatangan koalisi menuntut Kepala Desa Sa’adi bertanggung jawab atas galian C yang dinilai merusak lingkungan.
Dedi sebagai korlap aksi demo mengatakan bahwa kades yang berperan aktif dan bertanggung jawab karena memberikan lahan dan memberikan izin penambangan, bukan hanya itu, kades juga yang menginisiasi mempertemukan, pemilik lahan dan penambang.
Lebih lanjut Dedi dalam orasinya, menagih janji kades dan penambang yang akan memperbaiki jalan pada tanggal 18/12/21 kemarin yang sampai hari ini belum terealisasi.
“Kan sudah ada perjanjian. Tapi hingga hari ini, perjanjian hanya jadi macan kertas. Tidak pernah ditepati. Makanya kita hari ini menuntut Kepala Desa untuk bersikap tegas kepada penambang, agar menepati janji yang sudah disepakati bersama,” ucap Dedi.
Selain itu dalam orasi tersebut KPPG juga meminta untuk menutup galian c tersebut serta tidak ada lagi penambangan-penambangan serupa di Desa Gadu Barat.
“Harapan kami agar segera Galian C di tutup dan tidak ada lagi penambangan selanjutnya,” tutupnya.
Sementara itu Kepala Desa Gadu Barat, Sa’di, saat menemui peserta aksi meminta FPPG agar mengawal penutupan dan perbaikan jalan yang diakibatkan oleh galian C ilegal itu.
“Saya meminta adik-adik agar berperan aktif mendampingi perbaikan jalan sampai selesai,” tuturny.
“Mohon untuk didampingi, mulai hari ini sampai selesai atau perbaikan ini sampai selesai. Jadi saya mohon dengan hormat kepada adik-adik, dibantu atau didampingi ya,” jawab Sa’di di tengah demo berlangsung.
Reporter : Sudirman
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful













