KOTA BOGOR, Kamis (27/10/2021) suaraindonesia-news.com – Tokoh pemuda Sumatera Utara (Sumut) melakukan studi banding pendidikan keagamaan Islam di Al-Ashriyyah Nurul Iman Bogor, Rabu (27/10/2021). Pertemuan studi banding ini diterima oleh ustad Ghufron Maksum, M.Ag serta ustad Khaeruddin, S.Sy, M.Ag.
Banyak hal yang dijelaskan oleh pengasuh yayasan tersebut diantaranya adalah tentang pengelolaan dan unit usaha yang berkembang tidak kurang dari lima puluh unit usaha.
Unit usaha yang ada mulai dari peternakan, pertanian, produksi air mineral, susu kedelai, tahu, tempe, penggilingan padi, pabrik roti, dan lainnya.
Diselah selah acara, Ustad Khairuddin, S.Sy, M.Ag menyampaikan, setiap hari tidak kurang lima ton beras harus dimasak untuk konsumsi kebutuhan makan para santri di lembaga yang dipimpin oleh Dr. Umi Waheeda binti Abdul Rahman, S.Psi., M.Si.
“Semua biaya pendidikan, makan serta asrama gratis terhadap lima belas ribu santri/ati yang aktif di pondok ini,” ujar ustad Khairuddin.
Sementara Ustad Ghufron menyampaikan, penerimaan santri maupun santriwati tanpa batas dan biaya sekolah juga gratis.
“Sampai Kiamat gratis dan tanpa batas untuk tetap menerima santri di Nurul Iman,” ungkap Ustad Ghufron mengutip pendapat pendiri pondok tersebut, yaitu Syekh Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin Salim.
Ditempat yang sama, tokoh pemuda Sumut, Rahmat Kurnia Lubis mengatakan, Pendidikan Keagamaan khususnya Pesantren adalah salah satu penopang atau pilar peradaban di republik ini.
“Jauh sebelum Indonesia ada atau dulu masih disebut Nusantara, pendidikan keagamaan seperti pesantren sudah berdiri mencerdaskan kehidupan berbangsa serta mengokohkan pendidikan karakter manusianya,” tutur Rahmat.
Mahasiswa program doktoral di University Malaya, Kuala Lumpur, Muladi mengatakan, inspirasi kunjungan ini adalah untuk mengembangkan pendidikan yang concern membina akhlak budi pekerti.
“Saya sangat tertarik begitu mengetahui Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School sebagai kampus percontohan High Quality Education Supported by Social Entrepreneurship,” ujar Muliadi yang juga Ketua Yayasan Amanah Ummat Mutiara Ilmu (YAUMI).
Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful












