Toko Swalayan 3 Lantai Ari Indo Makmur II di Sumenep Terbakar - Suara Indonesia
Berita UtamaPeristiwaRegional

Toko Swalayan 3 Lantai Ari Indo Makmur II di Sumenep Terbakar

Avatar of admin
×

Toko Swalayan 3 Lantai Ari Indo Makmur II di Sumenep Terbakar

Sebarkan artikel ini
IMG 20220531 155253
Foto: Petugas kepolisian setempat saat mengecek kondisi swalayan pasca terjadinya kebakaran (sumber: humas polres sumenep).

SUMENEP, Selasa (31/05/2022) suaraindonesia-news.com – Kebakaran terjadi di toko swalayan Ari Indo Makmur 2, Jalan Adirasa, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Selasa 31 Mei 2022.

Informasi yang diperoleh media ini dari petugas kepolisian, toko swalayan Ari Indo Makmur 2 yang mengalami kebakaran berada Perum Bumi Sumekar Asri.

Laporan terjadinya kebakaran diterima petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sumenep sekitar pukul 13.30 WIB pada Selasa, 31 Mei 2022. Tim Damkar pun langsung menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, petugas Damkar sempat mengalami kesulitan karena pusat kebakaran berada di lantai 3. Namun berkat kerjasama dengan anggota kepolisian, petugas Damkar berhasil menjinakkan api.

Baca Juga: Sumenep Masih Berstatus Endemik TBC

3 Tahun Rusak, Jalan Penghubung Desa Jangkong – Legung Barat Akhirnya Diperbaiki

Bupati Fauzi Sampaikan Potensi ZIS ASN Di Acara Rakor BAZNAS Bersama Disdik

Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menuturkan, peristiwa berawal pada saat karyawan toko melihat adanya kepulan asap di lantai 3 swalayan.

“Saat itu saksi sedang berada di Ruangan Admin melihat CCTV bahwa di dalam Swalayan dilantai 3 yang berasal dari tumpukan kardus makanan ringan,” ungkap Widi melalui pesan resminya.

Seketika itu, lanjut Widi, penjaga swalayan kemudian langsung menelfon petugas Damkar dan melaporkan kejadian kebakaran tersebut.

“Sekitar pukul 13.40 WIB, Damkar tiba di lokasi. Selang 15 menit api berhasil di padamkan,” tuturnya.

Beruntung dalam peristiwa kebakaran swalayan Ari Indo Makmur 2 tersebut tidak ada korban jiwa. Pemilik hanya mengalami kerugian materil kurang lebih Rp 15 juta.

Reporter : Sya
Editor : Nurul Anam
Publisher : Romla