BeritaPeristiwa

Titik Banjir di Balikpapan Masih Menghantui, Budiono Desak Evaluasi Izin Pengupasan Lahan

×

Titik Banjir di Balikpapan Masih Menghantui, Budiono Desak Evaluasi Izin Pengupasan Lahan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260108 214528
Foto: Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono.

BALIKPAPAN, Kamis, (8/1) suaraindonesia-news.com – Masalah banjir di Kota Balikpapan tampaknya masih menjadi “momok” yang belum terpecahkan.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, angkat bicara mengenai kondisi titik banjir yang bukannya berkurang, namun justru cenderung bertahan bahkan bertambah di beberapa wilayah.

Budiono menyoroti bahwa proyek perbaikan infrastruktur drainase yang telah berjalan belum memberikan hasil maksimal jika akar masalahnya tidak segera dibenahi. Ia secara spesifik menunjuk pengupasan lahan sebagai salah satu penyumbang sedimen terbesar ke saluran drainase sehingga menjadi penyebab banjir di Balikpapan.

Menurut Budiono, pengupasan lahan yang masif di beberapa tempat akan menjadi penyebab utama tingginya sedimentasi di saluran drainase kota.Ia mencontohkan kondisi di Jalan Asnawi Arbain yang memiliki lebih dari tiga titik pengupasan lahan.

“Di Jalan MT Haryono, meski drainase sudah kita bagusin, kenyataannya masih tergenang air cukup tinggi. Salah satu penyebabnya adalah sedimen dari pengupasan lahan,” ujar Budiono saat disambangi media ini diruang kerjanya di Kantor DPRD Balikpapan.

Ia mendesak agar Pemerintah Kota melalui dinas terkait dan pihak kelurahan melakukan pengawasan ketat di lapangan.

“Perizinan pengupasan lahan harus dievaluasi ulang. Apakah sudah sesuai peruntukannya, apakah untuk perumahan atau yang lain? Kawan-kawan di dinas dan kelurahan harus pantau terus,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Budiono mengungkapkan bahwa pemerintah kota berencana membangun Bendali di kawasan atas Pasar Segar. Proyek ini diharapkan menjadi kunci untuk meredam debit air yang mengalir ke DAS Ampal, terutama yang dari arah Kampung Timur atau Gunung Samarinda Baru.

“Kita harapkan proyek bendali itu segera direalisasi sehingga akan mengurangi genangan air yang ada di MT Haryono,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Budiono mengakui bahwa membebaskan Balikpapan dari banjir tidak semudah membalik telapak tangan. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air

“Ini tugas berat kita bersama. Selain pembangunan infrastruktur, peran masyarakat juga sangat penting, terutama dalam menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air,” pungkasnya.

Reporter: Fauzi
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan