BeritaPemerintahan

Tirta Kahuripan Rencanakan Peningkatan Layanan Air Minum Lewat Kerja Sama Investasi dengan Swasta

Avatar of admin
×

Tirta Kahuripan Rencanakan Peningkatan Layanan Air Minum Lewat Kerja Sama Investasi dengan Swasta

Sebarkan artikel ini
IMG 20250515 163226
Foto: Bupati Bogor, Rudy Susmanto (tengah), Dirut Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Tedy Kurniawan (kiri).

BOGOR, Kamis (15/5) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Kahuripan merencanakan peningkatan cakupan pelayanan air minum melalui kerja sama investasi dengan badan usaha swasta. Upaya ini dilakukan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dasar permukiman serta mewujudkan visi “Kabupaten Bogor Istimewa dan Gemilang”.

Penambahan cakupan pelayanan dilakukan melalui mekanisme kerja sama business to business (B to B), yang dituangkan dalam nota kesepahaman dengan beberapa badan usaha swasta yang telah ditetapkan sebagai bakal calon pemrakarsa.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Sumber Mata Air Ciburial, yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1922. Lokasi ini memiliki nilai sejarah karena pernah menyuplai air bersih ke Istana Kepresidenan di Jakarta.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya pelestarian Mata Air Ciburial. Ia mengusulkan penetapan kawasan tersebut sebagai Cagar Budaya agar tidak mengalami alih fungsi lahan yang dapat mengancam kelestariannya.

“Mata Air Ciburial ini harus kita jaga bersama. Selain karena nilai sejarahnya, kelestariannya penting untuk menjaga suplai air bersih. Kita juga akan membuat sumur resapan sebagai langkah penyelamatan debit air di lokasi ini,” ujar Rudy.

Bupati juga menjelaskan bahwa kerja sama investasi ini merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, di tengah pertumbuhan penduduk Kabupaten Bogor yang terus meningkat. Berdasarkan data akhir 2024, cakupan pelayanan administratif mencapai 12,51%, dan cakupan teknis sebesar 31,31%. Target cakupan teknis pada tahun 2030 adalah minimal 37%.

Direktur Utama Perumda Tirta Kahuripan, Tedi Kurniawan, menyebut bahwa kerja sama dengan sektor swasta diperlukan sebagai solusi atas keterbatasan pendanaan dari pemerintah pusat. Ia menyatakan, sejak 2021 tidak ada lagi pendanaan dari APBN karena tingginya indeks kemandirian fiskal perusahaan.

“Kerja sama ini diharapkan mampu mengurangi tingkat kehilangan air, khususnya di Sumber Mata Air Ciburial, sehingga layanan air minum bisa diperluas,” jelas Tedi.

Sebagai informasi, mekanisme kerja sama investasi dengan swasta sebelumnya telah diterapkan dalam pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ciawi. Proyek ini melayani wilayah Kecamatan Ciawi, Megamendung, dan sekitarnya dengan kapasitas 150 liter per detik, dan mulai beroperasi sejak awal 2024.

Jika rencana kerja sama ini terealisasi, cakupan pelayanan administratif diproyeksikan meningkat menjadi 15,09%, dan cakupan teknis menjadi 37,40% pada 2030.

“Upaya ini tidak hanya mendukung pelayanan dasar air minum, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah melalui dividen perusahaan,” pungkas Tedi.