Tingkatkan Program FDS, Supervisor Gelar Identifikasi Modul Kesehatan di Pamekasan

PAMEKASAN, Jumat (7/12/2018) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka peningkatan proses supervisi program FDS (Family Development Session) atau P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga) di salah satu wilayah dampingan di Kecamatan Waru, Pamekaasan, Madura, Jawa Timur, supervisor melakukan proses identifikasi mengenai permasalah yang menjadi tajuk utama di wilayah tersebut.

Dengan berkoordinasi Bersama Koordinator Kabupaten Pendamping PKH Pamekasan, Hanafi, S.E, M.Ak dan Lukman Hakim, S.H., Supervisor melakukan identifikasi untuk menentukan modul apa yang tepat untuk diberikan pada pertemuan FDS tersebut.

“Hasil dari proses identifikasi adalah yang paling dibutuhkan adalah modul kesehatan. Hal ini diperkuat oleh konsultasi supervisor dengan mendatangi tim medis, dalam hal ini adalah seorang ahli gizi dari Puskesmas Waru, yaitu Ibu Kusmawati S.Gz. Dari Ibu Kusmawati diperolehlah data mengenai tingkat stunting yang terjadi sangat tinggi,” terang Dini kartini selaku supervisor, Jumat (7/12/2018) kepada media ini.

Menurutnya, daerah yang paling rawan stunting di Kecamatan Waru adalah Desa Waru Timur. Maka supervisor meminta pendamping wilayah Desa Waru Timur, salah satunya adalah Bapak Syaifurrahman, S.THi untuk mengadakan FDS tentang kesehatan.

“Dengan berkoordinasi dengan pihak puskesmas khususnya dengan ahli gizi, untuk berkoordinasi melakukan penyuluhan tentang kesehatan terutama tentang stunting,” sambungnya.

Pada awal acara, pendamping membuka acara pertemuan dengan membaca doa dan absen. Kemudian diteruskan dengan edukasi tentang tujuan pendidikan modul kesehatan, tujuan agar mengubah mindset (pola pikir) ibu – ibu KPM khususnya yang masuk kategori ibu hamil, menyusui untuk menghindari anak stunting (pendek) dan yang mempunyai anak stunting untuk segera ditangani.

Kemudian dilanjutkan tentang materi kesehatan oleh pendamping, dengan mengangkat tema ‘Menghindari anak stunting, anak hidup sehat, cerdas dan kuat’, SPV dan ahli gizi dari Puskesmas Waru.

“Proses pembelajaran memberikan respon yang positif. Ibu – ibu aktif bertanya, mengukur anak – anak mereka apakah masuk kategori stunting atau tidak. Mengukur lingkar lengan wanita hamil dan yang lainnya. Bahkan terdapat seorang ibu KPM yang masuk kategori ibu menyusui yang masih berumur 2 tahun, namun sekarang melahirkan lagi dan baru berumur 11 hari. Ibu tersebut masih umur belia hidup berdua saja dengan suami yang umurnya juga masih muda,” terangnya.

Modul kesehatan sangat dirasa penting dan sangat bermanfaat, ditambah lagi dengan kehadiran tenaga ahli dibidang gizi dari Puskesmas Kecamatan Waru.

Sedangkan, tools/alat-alat FDS yang digunakan yaitu perlengkapan wajib dari SPV dan Pendamping : Modul, Flipcart, buku pintar, video/film, brosur, alat peraga kesehatan dan juga brosur kesehatan dari tim ahli gizi dari puskesmas berupa materi tentang stunting, alat ukur, timbang, demo makanan dan minuman yang sehat.

“Dan acara ini berjalan lancar dengan ditutup komitmen ibu – ibu KPM untuk menghindari stunting dan hidup sehat,” tandasnya.

Reporter : Qodar
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here