Tingkatkan Mutu Pendidikan di Pamekasan, Bupati Baddrut Tamam Lantik 274 P3K

oleh -98 Dilihat
Penandatanganan SK Jabatan dilakukan oleh Bupati Pamekasan di Pendopo Agung Ronggosukowati

PAMEKASAN, Kamis (26/05/2022) suaraindonesia-news.com – Bupati Pamekasan melantikan sebanyak 274 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), di Pendopo Aghung Ronggosukowati, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Kamis (26/05/2022).

Pelantikan para guru P3K oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam diharapakan bisa meningkatkan motu pendidikan di era revolusi industri. Bahkan bisa selalu memberikan contoh atau tauladan yang baik bagi siswanya.

“Saya berharap 274 guru P3K ini menjadi penopang utama maju dan tidaknya pendidikan di Kabupaten Pamekasan. Tumbuh kembang generasi kita ini tergantung bapak/ibu sekalian,” katanya, Baddrut Tamam, Kamis (26/5/2022).

Pihaknya berharap para guru P3K yang telah dilantik, dapat menjalankan tugasnya dengan baik serta memiliki attitude atau moralitas bagus untuk menopang pertumbuhan generasi hebat masa depan.

“Jangan main-main dengan pendidikan, kalau kita main-main dengan pendidikan bisa jadi generasi muda masa depan itu generasi main-main,” terangnya.

Menurut Bupati, guru juga harus mampu membangun atmosfer positif di lingkungan sekolah sebagai upaya mendorong anak didik memiliki cita-cita yang tinggi untuk meraih masa depan mereka.

“Bagaimana anak didik kita menemukan suasana kehidupan yang optimis, bagaimana suasana kependidikan di sekolah itu menjadikan anak dan kita semua merasa aman di sekolah itu,” tambahnya.

Pihaknya meminta kepada semua guru yang baru saja di lantik, untuk tidak menjadi faktor penghambat kesuksesan peserta didiknya, sehingga perlu inovasi dan keterampilan yang mengikuti jaman saat ini.

“Kalau anak sudah kecanduan smartphone, maka yang ada di pikirannya itu adalah smartphone atau game yang bisa saja mengganggu proses pertumbuhan kepribadian dan etika anak-anak kita,” tandasnya.

Baddrut Tamam menambahkan, tindakan ketauladanan akan menjadi contoh anak didik di sekolah, bukan mereka yang pintar memberikan nasehat tanpa dibarengi dengan tindakan yang baik. Makanya, tugas guru sangatlah berat seiring majunya revolusi industri, dimana pertumbuhan anak banyak dipengaruhi oleh smartphone.*

Reporter : My
Editor : Redaksi
Publisher : Ipul

Tinggalkan Balasan