Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Buruh Tani dan Buruh Pabrik Akan Terima BLT DBHCHT

oleh -7 views
Buruh Tani

PAMEKASAN, Sabtu (05/06/2021) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, ditahun ini mendapatkan kucuran dana dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) yang mencapai Rp 64,5 miliar.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Kabupaten Pamekasan, Sri Puja Astutik mengatakan, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.07/2020, pembagian alokasi DBHCHT salah satunya sebesar 50 persen untuk bidang Kesejahteraan masyarakat dengan rincian 15 persennya untuk peningkatan kualitas bahan baku dan pelatihan-pelatihan sedangkan 35 persennya lagi untuk bantuan langsung tunai (BLT).

“Penerima BLT dari dana bagi hasil cukai tembakau ini hanya untuk buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok saja,” kata Sri Puja Astutik Kabag Perekonomian Kabupaten Pamekasan.

Masyarakat untuk mendapatkan BLT DBHCHT tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan-persyaratan. Salah satunya penerima itu tidak boleh menjadi penerima ganda dalam BLT lain.

“Jadi kalau yang sudah pernah menerima BLT dari BLT yang lain seperti dari dana Desa, BPUM, PKH dan lain-lain itu tidak boleh menerima dari BLT DBHCHT, jadi penerima BLT bidang Kesejahteraan masyarakat hanya berlaku untuk satu KK (kartu keluarga) 1 orang,” tegasnya.

Masih katanya, pemberian BLT DBHCHT oleh pemerintah didasari sebagai salah satu langkah dalam memulihkan perekonomian dimasa pandemi Covid-19.

“Dengan pemberian BLT ini dimasa pandemi Covid-19, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak,” harapnya.

Sementara itu, dalam pemberian BLT, pihaknya berkoordinasi dengan beberapa dinas teknis untuk data penerimanya. Untuk data buruh tani tembakau melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), sedangkan untuk buruh pabrik rokok dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Data yang masuk dari dinas tehnis nantinya akan kami verifikasi dan validasi dahulu karena penerima tidak boleh menerima ganda,” jelasnya.

Kata Astutik, selain masih menunggu data dari dinas tehnis pihaknya juga berkoordinasi dengan pabrikan rokok dalam mengumpulkan data penerima BLT.

“Untuk mengantisipasi kekurangan data, kami mengundang perusahaan rokok kaitannya dengan permintaan data. Ini kami lakukan karena hanya sebagian data yang masuk ke kami, dari pertanian ada cuma sebagian saja sedangkan dari Disperindag cuma 4 perusahaan dari 57 perusahaan rokok,” pungkasnya.

DBHCT Pamekasan tahun ini meningkat sekitar Rp17,5 milyar dibanding tahun sebelumnya, sehingga alokasinya akan direalisasi ke beberapa sektor dalam membantu meringankan masyarakat Pamekasan di situasi Pandemi Covid-19 kali ini.(Adv).

Reporter : My
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *