HukumRegional

Timbunan Proyek Jalan Segmen 1 Diduga Tidak Berkualitas, Aktivis Minta DPRA Turun Lapangan

Avatar of admin
×

Timbunan Proyek Jalan Segmen 1 Diduga Tidak Berkualitas, Aktivis Minta DPRA Turun Lapangan

Sebarkan artikel ini
IMG 20220307 215641
Foto : Kondisi jalan yang sudah di timbun menggunakan batu pilihan pada proyek jalan segmen 1 Peureulak - Peunaron.

ACEH TIMUR, Senin (07/03/2022) suaraindonesia-news.com – Penggunaan material urukan atau timbunan pada proyek multiyear perluasan jalan segmen 1 Peureulak – Peunaron sepanjang 43 km diragukan kualitas nya, pasal nya material jenis batu pilihan atau urfile yang yang berasal dari usaha galian C Alue Bue Peureuk Barat diduga banyak mengandung komposisi tanah, sehingga kondisi jalan yang sudah di timbun seperti bubur saat terjadi hujan beberapa hari lalu.

Aktivis Sosial Darwin Eng, mempertanyakan kualitas batu pilihan(urfile) yang di gunakan oleh PT Kubota Internasional Kontraktor selaku pemenang tender pada proyek segmen 1.

“Kita meragukan kualitas material batu pilihan pada penimbunan proyek segmen 1,” ungkap Darwin.

Keraguan tersebut kata Darwin Eng, karena komposisi batu pilihan yang digunakan untuk timbunan jalan tersebut banyak mengandung tanah.

“Kita meragukan kualitas timbunan jalan di segmen 1, soal nya kita melihat material batu pilihan banyak mengandung tanah, apakah ini sudah sesuai spesifikasi,” kata Darwin.

Baca Juga: Warga Keluhkan Jalan Peureulak Peunaron Rusak Parah, Warga Tuding Kontraktor Pelaksana Proyek Segmen 1 Lelet

Menurut Darwin, Indikator banyak mengandung tanah dilihat dari material batu pilihan yang sudah di timbun menyebabkan lumpur tanah.

“Lokasi yang sudah di timbun kondisi jalan nya berlumpur, artinya material batu pilihan yang digunakan tidak berkualitas,” ujar Darwin.

Darwin juga meragukan uji lab yang dilakukan pihak PUPR Aceh, sebab komposisi material batu pilihan tersebut banyak mengandung.

“Kita sangat meragukan hasil uji lab yang dilakukan pihak PUPR Aceh,” cetus Darwin.

Terakhir Darwin Eng minta DPRA selaku lembaga pengawasan untuk mengecek ke lapangan untuk memastikan pengerjaan proyek harus betul-betul sesuai spek, sehingga kualitas pekerjaan nya tidak diragukan.

“DPRA selaku lembaga pengawasan harus turun ke lokasi untuk mengecek kualitas pekerjaan, jangan sampai setahun setelah dibangun jalan nya sudah rusak,” tutup Darwin.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Segmen 1, Hendra saat di konfirmasi media ini Senin 07/02 via pesan WhatsApp menjelaskan bahwa material batu pilihan yang di ambil di alue bue sudah dilakukan uji lab.

“Material batu pilihan yang digunakan sudah dilakukan uji lab,” jelas Hendra.

Selanjutnya kata Hendra, terkait kualitas material batu pilihan untuk timbunan pada proyek jalan segmen 1 akan dipelajari kembali.

“Akan kita pelajari kembali dan membawa kembali untuk di lakukan uji lab,” kata Hendra.

Sebelumnya, manager K3 PT. Kubota Internasional Kontraktor, Nasir mengatakan terkait material batu pilihan/urvile yang dituding tidak memenuhi uji lab.

“Pihak dinas sudah melakukan uji lab, dari uji tersebut CBL 27 dari 20 yang di izin kan,” kata Nasir.

Reporter : Masri
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful