Tim Opsenal Sakera Sakti Polres Pamekasan Amankan Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

oleh -10 views
Foto: Kasihumas Polres Pamekasan AKP Sri Sugiarto saat diwawancarai awak media.

PAMEKASAN, Selasa (09/07) suaraindonesia-news.com – Tim Opsenal Sakera Sakti Satreskrim Polres Pamekasan berhasil mengamankan seorang pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan inisial S (24), warga Dusun Kebun, Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Kasihumas Polres Pamekasan, AKP Sri Sugiarto, menyatakan bahwa penangkapan ini merupakan hasil kerja cepat dan koordinasi yang baik antara anggota kepolisian dan masyarakat.

“Kami menerima laporan pada tanggal 4 Juli 2024 dan segera menindaklanjuti kasus ini dengan melakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Alhamdulillah, pada hari itu juga, pelaku berhasil kami amankan,” ujar AKP Sri Sugiarto, Selasa (9/7/2024).

Kronologi Kejadian

Peristiwa tersebut bermula saat korban, Mawar (nama samaran), 8 tahun, sedang bermain bersama teman-temannya di dekat rumahnya. Pelaku kemudian datang dan mengajak korban untuk mencari temannya hingga ke lahan kosong. Di sana, pelaku mengajak korban naik ke atas gubuk dan memintanya berbaring terlentang. Selanjutnya, pelaku melakukan aksi bejatnya dengan mencabuli korban.

Baca Juga: Babinsa Desa Prekbun Bersama Perangkat Desa Gelar Karya Bakti Bersihkan Pinggir Jalan

“Setelah kejadian tersebut, korban pulang ke rumah sambil menangis. Orang tua korban kemudian menanyakan apa yang terjadi, dan korban menceritakan bahwa dirinya telah dicabuli oleh pelaku,” jelas Kasihumas Polres Pamekasan.

Barang Bukti

Adapun barang bukti yang diamankan oleh polisi antara lain satu potong baju lengan pendek warna coklat dengan motif corak putih, satu potong celana pendek warna coklat dengan motif corak putih, dan satu potong celana dalam warna pink kombinasi putih dengan motif bunga-bunga.

Ancaman Hukuman

Pelaku diancam dengan Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 76E Undang-Undang RI No. 35 tahun 2014 jo Pasal 82 Perpu Pengganti Undang-Undang No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI No. 23 tahun 2002 sebagaimana Undang-Undang RI No. 17 tahun 2016 tentang Perpu No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang jo Pasal 290 KUH Pidana, dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

“Kasus ini sangat kami prioritaskan mengingat dampaknya yang besar terhadap korban. Kami mengimbau kepada orangtua untuk lebih waspada dan menjaga anak-anaknya saat bermain dan bergaul. Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan,” ucap AKP Sri Sugiarto.

Reporter: May
Editor: Ami
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan