Tim Hati, Minta Debat Publik Cabup – Cawabup Probolinggo Digelar di Kota Kraksaan, Ini Tujuannya

Foto : H. Rifai, Suhud, H. Hasan Irsyad (tim pemenangan HATI) minta debat publik ke dua cabup - cawabup Probolinggo digelar di Kota Kraksaan.

PROBOLINGGO, Minggu (15/04/2018) suaraindonesia-news.com – Pilihan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo Jawa Timur tahun 2018 yang akan digelar pada 27-Juni mendatang diikuti dua pasangan calon (paslon), yakni paslon Hj. Puput Tantriana Sari – Ahmad Timbul Prihanjoko (Hati) yang diusung oleh Partai NasDem, PDIP, P.Golkar, PPP dan Gerindra. Dan paslon Abdul Malik Haramain – Muhammad Muzzayan (MMC) yang diusung oleh PKB dan Demokrat.

Terkait dengan Pilbup tersebut, memasuki tahapan acara debat publik, tim pemenangan HATI (Hj. Puput Tantriana Sari – H. Ahmad Timbul Prihanjoko), paslon Cabup – Cawabup Kabupaten Probolinggo no urut 1 mempersoalkan acara debat publik yang digelar KPU di salah satu stasiun TV di Surabaya.

Tim pemenangan HATI meminta kepada KPU agar pelaksanaan debat publik Cabup – Cawabup Kabupaten Probolinggo yang ke 2 (dua) nanti digelar di Kota Kraksaan. Agar debat publik bisa terselenggara di Kota Kraksaan Tim HATI akan mengirim surat secara resmi kepada KPU setempat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Suhut, ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo selaku salah satu Tim pemenangan HATI di Posko pemenangan HATI di jalan raya Dringu, Kecamatan Dringu.

Tim pemenangan HATI yang menyatakan debat publik ke dua agar dilaksanakan di Kota Kraksaan saat di Posko pemenangan HATI di jalan raya Dringu, selain Suhut dari PDI Perjuangan, juga ada H. Hasan Irsyad dari Partai Golkar dan H. Rifai dari Partai Nasdem.

Suhut mengatakan, awalnya Paslon No.1 secara tegas menolak untuk menghadiri debat publik yang digelar di stasiun TV di Surabaya. Kehadiran HATI di acara debat publik yang pertama di salah satu stasiun TV di Surabaya kali ini hanya untuk menghormati/menghargai demokrasi saja.

Baca Juga: Paslon H Rofi – Nurul Huda, Berkomitmen Menata Pemerintahan Secara Profesional 

Kalau HATI tidak hadir dalam acara debat publik yang dilakukan di salah satu satsiun TV di Surabaya, kami tim HATI tidak takut dengan sangsi/ancaman dari KPU. Tim pemenangan HATI tidak takut. Karena sangsi itu menurut kami tidak ada efeknya. Itu hanya sangsi administrasi, artinya tidak ditayangkan sisa waktu yang ada. Tim HATI tidak takut sama KPU. Karena KPU hanya penyelenggara saja yang sifatnya independen.

“Jadi tidak ada artinya sangsi itu bagi tim HATI”, ungkap Suhut.

Menurutnya, sesuai mekanisme, pada debat publik yang pertama ada 6 (enam) point persoalan yang akan diangkat. Sedang untuk debat publik yang ke dua ada 3 (tiga) point yang akan diangkat.

Namun untuk acara debat publik yang ke dua nanti, Suhut mengatakan, paslon HATI menghendaki dilakukan terbuka di Kota Kraksaan. Dengan alasan untuk memberi pendidikan edukatif kepada masyarakat. Dengan begitu masyarakat bisa mengetahui langsung. Disamping itu juga bisa meningkatkan perekonomian rakyat. Mudah mudahan usulan Paslon HATI ini bisa diterima.

Untuk debat publik yang ke dua nanti, kata Suhut, tim HATI akan mengirim surat resmi agar kami tidak menyakahkan siapa siapa, dan pak H. Hasan Irsyad selaku tim penasehat akan membantu.

Disinggung persoalan Probolinggo masuk zona merah yang rawan konflik pilkada, Suhut mengatakan, yang berhak menjawab Probolinggo zona merah itu Polda dan Polres. Yang jelas sudah saya sampaikan kepada Kapolres Probolinggo kemarin saat rapat. Bahwa Probolinggo itu lebih berat, lebih mencekam saat pilkada tahun 2012. Saat itu harus diakui karena ada 3 (tiga) kandidat yang sama sama kuat. Namun kalau pilkada 2018 ini landai landai saja.

“Oleh karena itu tim HATI akan mengirim surat resmi agar tidak beralibi dan ber argumentasi. Kalau KPU Profesional, memberanikan diri dan debat publik harus dilaksanakan di Kota Kraksaan. Ini kalau memang KPU itu mau benar benar memberi pendidikan politik kepada masyarakat. Dengan begitu KPU tidak usah melakukan sosialisasi, kalau debat publik ini dilakukan di Kota Kraksaan”, tandasnya.

Ditempat yang sama Hasan Irsat selaku tim penasehat pemenangan HATI mengatakan, Padahal anggaran untuk pesta demokrasi ini anggaran yang dikucurkan kepada KPU mencapai Rp.42 miliar. Kalau debat dilaksanakan di Kota Kraksaan masyarakat dari kecamatan bisa datang dan PKL bisa hidup. Kalau alasan keamanan saya percaya pihak Kepolisian mampu utk mengendalikan keamanan. Kalau perlu bantuan kita bisa minta bantuan Banser atau pagar nusa. Saya tidak ingin daerah Probolinggo dikatakan zona merah. Saya ingin menghapus itu, bahwa probolinggo itu zona yang aman, ujarnya.

Sementara H. Rifai dari Partai Nasdem yang mengusung paslon nomor 1 (satu) menambahkan, bahwa keputusan hasil rapat tim HATI tanggal 13/4 lalu, yang  isinya memutuskan debat ke dua dilaksanakan Kota Kraksaan. Untuk anggaran pelaksanaan debat publik di Kota Kraksaan, Partai Nasdem siap untuk menghandle kekurangannya. Karena pilkada di Kabupaten Probolinggo selama ini berjalan aman tidak ada gejolak apapun, tambahnya.

Terkait persoalan itu, Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Ahmad Zubaidi mengatakan, bahwa debat Pilbup Proboinggo fixed digelar di Surabaya. Pertimbangan lokasi.

Kata Zubaidi, telah disepakati semua stakeholders. Salah satu alasan atau pertimbangan debat digelar di Surabaya adalah masalah keamanan.

“Sesuai dengan rapat pleno, debat publik tetap akan digelar di Surabaya. Sebelum-sebelumnya debat juga digelar di Surabaya,” kata Zubaidi.

Reporter : S. Widjanarko
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here