Tim Gabungan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim Lakukan Rapid Test On The Spot di Surabaya - Suara Indonesia
Berita UtamaPendidikanRegional

Tim Gabungan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim Lakukan Rapid Test On The Spot di Surabaya

Avatar of admin
×

Tim Gabungan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim Lakukan Rapid Test On The Spot di Surabaya

Sebarkan artikel ini
IMG 20200414 210939
Tim gabungan saat lakukan Rapid Test On The Spot.

SURABAYA, Selasa (14/4/2020) suaraindonesia-news.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur bergerak bersama TNI-Polri melakukan patroli skala besar di titik-titik keramaian Kota Surabaya yang menjadi daerah tertinggi angka kasus positif covid-19 di Jawa Timur.

Ada empat lokasi cafe yang menjadi titik sasaran patroli berskala besar tim gabungan ini yaitu di cafe kawasan Wonokromo, Ngagel, Penjaringan Sari dan di kawasan Citraland. Tak hanya melakukan penyisiran dan melakukan sosialisasi persuasif, namun patroli kali ini juga disertai dengan penindakan rapid test on the spot (tes cepat di lokasi).

“Langkah patroli berskala besar ini merupakan hasil dari rapat koordinasi kami bersama Bapak Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya, bagaimana melakukan upaya preventif dan promotif pencegahan penyebaran covid-19 secara masif dan intensif,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Selasa (14/04/2020)

Khofifah sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa dalam dua hari terakhir, Untuk penambahan angka kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Surabaya sangat signifikan.

Sejak tanggal 12 April 2020 pertambahan kasus positif covid-19 di Surabaya mencapai 83 orang. Berlanjut tanggal 13 April 2020, pertambahan kasus positif covid-19 di Surabaya mencapai 28 orang. Total, angka kasus positif covid-19 di Kota Surabaya yang sudah menyentuh angka 208 orang. Sementara PDP tercatat 523 orang .

“Dengan bertambahnya angka ini, Kami tidak bisa anggap remeh. Maka kami bekerja sama dengan TNI-Polri khususnya dalam hal ini Polrestabes Kota Surabaya, bergerak melakukan sosialisasi dan juga upaya penindakan rapid test pada masyarakat yang masih nekat nongkrong, atau sekedar keluar rumah bukan alasan yang sangat urgent,” ungkap mantan Menteri Sosial ini.

Disisi lain, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi mengungkapkan bahwa Screening menggunakan rapid test ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada di antara kerumunan massa di titik itu yang terindikasi terjangkit covid-19. Jika hasilnya positif, maka mereka akan langsung dibawa ke RS milik Pemprov dengan ambulance yang sudah disediakan. Mereka akan dikarantina di sana sembari dilakukan swab PCR. Sedangkan yang hasil screening rapid test-nya negatif maka mereka diperbolehkan pulang.

“Dari alat yang kami bawa ke sini dan dites semua pada pengunjung, semuanya hasilnya negatif, jika ada yang positif maka yang lain juga harus mendapatkan perhatian sebagai ODP, makanya sebelum dites semua sudah didata nama dan alamatnya,” ungkapnya.

Dengan langkah ini, Ia mengharapkan bisa efektif untuk melakukan pencegahan penyebaran virus SARS-CoV-2. Terutama untuk mendorong masyarakat untuk tetap di rumah, menjalankan physical distancing dengan tidak banyak berkerumun guna menekan angka penyebaran virus.

“Virus covid-19 ini memang bisa sembuh sendiri dengan ketahanan tubuh yang baik untuk melawan virus. Tapi virus ini penularannya melalui manusia dan sangat cepat. Kita tidak akan bisa menyelesaikan kuratif kalau preventifnya tidak ditangani. Karena virus ini bisa sembuh sendiri, jika penyebarannya tidak ada, tidak ada penularan sehingga kasusnya bisa habis,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Tim gabungan Gugus Tugas Jatim dan TNI-Polri mendapatkan lebih dari 50 warga Kota Surabaya yang masih asik nongkrong di cafe-cafe khas anak muda.

Baik pengunjung maupun pemilik cafe diwajibkan untuk menjalani rapid test covid-19 oleh petugas kesehatan yang berseragam lengkap / Alat Pelindung Diri (APD) dan sudah disiapkan seperangkat alat untuk mengambil sampel darah.

Setelah menjalani rapid test covid-19, Hasilnya, Tim gabungan ini tidak menemukan adanya orang yang terdeteksi positif covid-19, Sebelum mereka pulang, Tim gabungan ini menghimbau untuk tetap berada di rumah kecuali untuk kepentingan yang sangat penting.

Reporter : Addy/Agus DC
Editor : Amin
Publisher : Halis