Tidak Mudah Menjadi TRC PA, Butuh Semangat dan Gerakan Nyata

Naumi Supriadi, Kornas TRCPA.

Penulis: Naumi Supriadi (Kornas TRC PA)

Kekerasan terhadaap anak khususnya kejahatan “seksual” menjadi satu peristiwa sangat menakutkan, karena pemerkosa dalam melakukan aksi bejadnya tidak lagi personal melainkan dengan cara Gerombolan.

Hal ini harus segera diantisipasi, kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dalam hal ini, meski adanya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang sempat “Ngetren” di telinga masyarakat, namun realitanya hanya Slogan, teori yang berkumandang, bukan solusi dalam tindakan nyata, hal itu di buktikan dengan masih banyaknya persoalan yang membelenggu anak – anak,

Untuk mengantisipasi permasalahan pada anak, kita butuh solusi dan tindakan nyata, kita bangun komunikasi dengan masyarakat dan keluarga, dan hal itu tidak bisa dengan cara kita hanya duduk di belakang meja dan Celoteh di Media.

Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) hadir di kalangan masyarakat di harapkan dapat membangun komunikasi dengan gerakan perlindungan anak hingga ke pelosok Desa berbasis anak dengan melibatkan peran serta masyarakat.

Peran serta masyarakat yang masif harus terkondisi, begitu juga peran anak – anak, karena mereka bisa membangun dan memutus mata rantai kejahatan itu dengan hak partisipasinya.

Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) merupakan salah satu Yayasan independent harus mampu melaksanakan gerakan – gerakan Prefentif, Edukatif dan Perlindungan Anak secara merata.

TRC PA mengingatkan, bahwa tidak mudah untuk menjadi TRC PA, karena TRC PA adalah gerakan nyata, bukan Slogan dan teori tanpa realita.

Bahwa untuk memutus mata rantai kejahatan terhadap anak, yang utama fungsi keluarga harus dikembalikan dengan benar, mengingat akhir – akhir ini sudah terjadi degradasi ketahanan mental dan moral dalam keluarga, (krisis moral). Karenanya, peristiwa kejahatan seksual sering kali terjadi.

Sebab nilai-nilai kemanusian, solidaritas dan agama dalam keluarga juga sudah runtuh, “Akibatnya, ketika ada suguhan pornografi dan sebagainya menjadi pemicu terjadinya kejahatan seksual”.

TRC PA harus hadir dan berinteraksi dengan masyarakat, untuk itu menjadi TRC PA butuh semangat dan jiwa Sosial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here