Tidak Ingin Terlantar Di Pelabuhan, Warga Kepulauan Minta Pemerintah Maksimalkan Kapal Saat Mudik

oleh -155 views
Salah satu kapal yang berlabuh di Pelabuhan Kalianget yang akan berangkat menuju Pulau Masalembu.

SUMENEP, Sabtu (20/2/2021) suarainonesia-news.com – Mudik Bulan Ramadhan kurang lebih tiga bulan lagi, belum ada terdengar kabar persiapan pemerintah Sumenep dan seluruh jajarannya untuk menghadapi arus mudik antar Pulau Kangean, Masalembu dan Sapeken.

Persoalan efektifitas kapal sebagai sarana satu-satunya antar Kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi persoalan hampir setiap tahun Khususnya pada musim Mudik.

Pasalnya, setiap tahun para calon penumpang Kepulauan Kangean, Masalembu dan Sapeken terlantar di Pelabuhan Kalianget, dengan berbagai persoalan, mulai dari persoalan terbatasnya jumlah kapal, sehingga harus menunggu beberapa hari bahkan berminggu-minggu untuk berangkat kembali, masalah kapasitas jumlah penumpang menjadi persoalan serius yang harus diperhatikan oleh semua pihak.

Untuk itu, menjelang beberapa bulan lagi menghadapi arus mudik puasa dan akan berlanjut mudik lebaran, masyarakat Kepulauan menaruh harapan kepada semua pihak khususnya pemerintah Sumenep dan jajaran agar mengantisipasi keterlantaran para penumpang gara-gara kapal kurang maksimal.

Rahman salah satu warga Kepulauan Sapeken yang berada di perantauan mengatakan agar supaya pemerintah mulai sekarang sudah mengantisipasi agar tidak ada lagi penumpang Kepulaun terlantar di Pelabuhan.

“Kami masyarakat Pulau berharap penuh agar pemerintah mulai sekarang siapkan kapal yang memadai untuk masyarakat Pulau, supaya nanti tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Begitu juga yang diharapkan oleh salah satu warga Pulau Masalembu, Saida.

“Semoga pemerintah sekarang mempersiapkan kapal yang banyak dan layak untuk penyebrangan antar Pulau biar tidak terlantar lagi karena kapal sedikit, atau tidak muat kapalnya,” harapnya.

Begitu juga yang diharap oleh Samsul masyarakat Pulau Kangean saat di wawancarai terkait harapannya untuk kapal menjelang mudik.

“Saya hampir setiap tahun terlantar berhari-hari, bahkan pernah setengah bulan di Pelabuhan menunggu kapal karena masi muter-muter ke Pulau-pulau,” ungkapnya.

Reporter : Sudirman
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *