Berita UtamaRegional

Tes Keperawanan Calon Prajurit Wanita Dihapus, Begini Penjelasan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa 

×

Tes Keperawanan Calon Prajurit Wanita Dihapus, Begini Penjelasan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa 

Sebarkan artikel ini
IMG 20210813 161025
Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa.

BALIKPAPAN, Jumat (13/8/2021) suaraindonesia-news.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa menjelaskan, penghapusan tes keperawanan dalam seleksi calon prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) merupakan sebuah evaluasi untuk proses perbaikan dalam seleksi calon prajurit wanita.

Sebab, menurut Andika, tes keperawanan tidak berhubungan dengan kesehatan calon prajurit. Sehingga tidak lagi diperlukan.

Hal tersebut disampaikan Andika saat meninjau latihan bersama Garuda Shield ke 15 tahun 2021 antara TNI AD dan US Army di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Amborawang, Kalimantan Timur, Kamis (12/8/2021).

Andika mengatakan, pihaknya dari TNI AD terus mengevaluasi terkait dengan rekruitmen calon prajurit dalam setiap tahun.

“Kita selalu mengevaluasi setiap penerimaan calon prajurit, tetapi tetap berpegang pada aturan. Sehingga ada beberapa perbaikan dari materi-materi yang sudah kita lakukan tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.

Disamping penghapusan tes keperawanan, kata Andika, ada pengetatan dalam tes buta warna dan hal itu berlaku bagi calon prajurit pria maupun wanita.

“Selama ini dalam hal kebutawarnaan hanya menggunakan satu buku yaitu ishihara tes, buku pedoman untuk memeriksa kebutawarnaan itu buku karyanya ishihara. Namun hal itu banyak masukan karena kurang efektif, sehingga mulai kali ini kita tambahkan, bukan hanya ishihara saja. Ishihara tetap di pakai, tapi juga menggunakan buku kedua yaitu hardy rand rittler,” jelasnya.

Andika menegaskan, dalam seleksi calon Bintara saat ini terutama bagi calon prajurit wanita tes keperawanan sudah tidak berlaku lagi di Angkatan Darat.

“Sekarang ini sedang ada seleksi calon Bintara pria dan wanita, dan sekarang sedang dilakukan di setiap Kodam. Tes keperawanan sudah tidak berlaku lagi, kita melakukan perubahan ini supaya lebih fokus dan lebih baik,” tuturnya.

Andika juga menyampaikan, penghapusan tes keperawanan tidak hanya berlaku bagi calon prajurit wanita saja, tapi juga berlaku bagi calon istri prajurit pria.

“Kita tidak lagi melakukan pemeriksaan kesehatan untuk prajurit yang mengajukan usulan untuk menikah, sebelumnya itu ada pemeriksaan kesehatan, kali ini kita tidak lagi, karena itu adalah tanggung jawab masing-masing mereka pasangan yang mau menikah. Apapun itu calonnya adalah pilihan prajurit kita, kalau prajurit itu memilih untuk memperistri ya sudah, kita mau ngapain,” kata Andika.

Reporter : Fauzi
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful