Tersangka Kasus Korupsi Damkar Belum Ditahan

oleh -29 views
Gambar Ilustrasi

Sampang, Suara Indonesia-News.Com–Proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar) terkesan jalan di tempat. Bagaimana tidak, hingga saat ini tersangka kasus korupsi Damkar  tahun 2013 lalu tersebut belum ditahan pihak Kejaksaan Negeri Sampang.

Menariknya lagi, hingga saat ini berkas perkaranya tak kunjung rampung. Padahal, kasus tersebut sudah ditangani sejak Tahun 2013 lalu. Terkesan, tidak kunjung selesainya penanganan kasus korupsi Damkar ini, karena ada indikasi ‘main mata’.

Kejari Abdullah melalui Kasi Pidsus Wahyu Trianto, saat dikonfirmasi berdalih bahwa kasus Damkar saat ini masih terus di proses. Hanya saja proses ini masih dalam tahap pemangilan terhadap sejumlah saksi-saksi.

Karena dalam kasus dugaan korupsi tentunya pihak tersangka tidak hanya sendirian. “Tetap kita proses dan beberapa hari yang lalu kita sudah panggil salah satu saksi dalam kasus Damkar ini,” tuturnya, kemarin.

Selain pemangilan terhadap saksi, Wahyu mengaku jika dalam pengangan kasus itu juga dibutuhkan keterangan dari ahli dalam mentukan spesifikasi harga Damkar tersebut.

“Untuk mengetahui spek harga barang mobil pemadam kebakaran masih membutuhkan ahli. Sementara kita sudah mengajukan kepada salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surabaya terkait persoalan ini, namun sifatnya masih belum tertulis,” imbuhnya.

Wahyu menambahkan, pihaknya belum bisa melakukan penahanan terhadap tersangka kalau berkasnya belum rampung. Karena dalam penahanan kejaksaan dibatasi waktu maksimal 120 hari untuk membuktikan tersangka bersalah.

Maka untuk menghindari tersangka lepas dari kasus tersebut, pihaknya sementara tidak melakukan penahanan. “Kami tidak mungkin lakukan penahanan kepada tersangka kalau berkasnya masih belum rampung. Kalau, berkasnya sudah rampung pastinya sudah dari dulu kami tahan,” tegasnya.

Sekedar diketahui, kerugian dalam dugaan pengadaan mobil Damkar itu dihitung dari beberapa data khususnya mengenai harga mobil Damkar yang biasanya hanya Rp 600 juta, belakangan diketahui malah dana tersebut membengkak menjadi Rp 1,2 miliar.

Kejaksaan telah menetapkan Imam Sanusi mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang periode tahun 2012, yang saat ini masih menjabat sebagai Kabag Organisai di Pemkab Sampang. (luluk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *