Tersandung Korupsi, Mantan Datuk Alue Sentang Diciduk Polisi

oleh -61 views
Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief S Wibowo SIK, sedang menjelaskan kasus Datok NH, terlibat korupsi dana Desa. Senin (9/3/2020).

LANGSA, Senin (9/3/2020) suaraindonesia-news.com – Sat Reskrim Poles Langsa, berhasil meringkus seorang Datok (kepala Desa) Alue Sentang, berinisial NH, karena terlibat Korupsi terkait dana Desa bersumber dari APBN dan APBK tahun 2016 senilai Rp. 897.804.312 semasa menjabat di Desa Alue Sentang, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Keberhasilan Sat Reskrim atas penangkapan datok (kepala Desa) di sampaikan Kapolres Langsa AKBP Giyarto, SH, SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief S Wibowo SIK, saat konfrensi pers dihadapan awak media, Senin (9/3/2020).

Kasat Reskrim, menjelaskan bahwa tersangka NH ini sempat jadi DPO selama setahun dan baru berhasil di ringkus saat tersangka sedang berada disebuah warnet yang ada di seputaran Gampong Alue Pinang, Kecamatan Langsa Timur.

Adapun kerugian negara yang di lakukan oleh tersangka dengan cara mengambil dana melalui rekening Desa yang seharusnya dana tersebut, di gunakan untuk kegiatan tetapi hanya sebagian saja kegitan yang di selesaikannya, bahkan uang semua di tarik abis.

“Tersangka ini sempat lari ke Malaysia selama satu tahun akhirnya tersangka, NH. Datuk Penghulu Kampong Alue Sentang Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, berhasil kita tangkap terkait dugaan tindak pidana korupsi terhadap Alokasi Dana Desa (ADD) Kampung Alue Sentang,” kata kasat.

Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan RAB dan gambar dan ada juga kegiatan tidak dilaksanakan namun uangnya sudah diambil NH.

Dan hasil laporan audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) dari BPKP Perwakilan Aceh menerangkan bahwa terhadap kegiatan penggunaan dana desa yang tidak sesuai dikerjakan oleh NH, sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara.

Kemudian pada perhitungan jumlah SILPA tahun anggaran 2016 yang tidak dilaporkan dalam pertanggungjawaban dana Desa Alur Sentang adalah sebesar Rp. 95.968.500. Selain itu, kerugian keuangan negara atas pelaksanaan program/kegiatan TA 2016, sebesar Rp282.667.600.

Selanjutnya, berdasarkan laporan hasil audit BPKP perwakilan Aceh tanggal 17 September 2018, tentang perhitungan kerugian keuangan negara terhadap perkara tindak pidana korupsi penyelewengan alokasi dana desa Kampung Alue Sentang Kec. Manyak Payed, Kab. Aceh Tamiang Tahun anggaran 2016, adanya penyimpangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara yaitu angka (1) ditambah angka (2) menjadi sebesar Rp. 378.636.100.

Hasil penyidikan yang telah dilakukan, dengan berdasarkan atas keterangan saksi-saksi dan bukti yang ada, sehingga pihak yang bertanggung jawab atas timbulnya kerugian keuangan negara tersebut saat ini NH ditetapkan sebagai tersangka oleh Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Langsa.

Akibat perbuatannya, tersangka NH dijerat Pasal 2 yo Pasal 3 dan Pasal 8 UU.RI No. 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan UU.RI No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Reporter : Rusdi Hanafiah
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *