Terlambat Dirujuk RS Jember Klinik, Bayi Kayla Tak Tertolong

Bayi Kayla Almira Sabrina saat mau dirujuk ke RSD. dr.Soebandi.(Foto: Guntur Rahmatullah/ Suara Indonesia News)

“Harus nunggu apalagi, apa harus nunggu anak saya mati dulu baru dikirim,” ucap Amang, ayahanda dari almarhum Kayla Almira Sabrina, bayi 14 hari yang meninggal karena terlambat dirujuk oleh RS. Jember Klinik

JEMBER, Jumat (2/2/2018) suaraindonesia-news.com – Amang Tri Afandi (37) warga Dusun Mandaran, RT 001 RW 015 Desa Puger Wetan, Kec. Puger Jember terlihat lemas tak berdaya, wajahnya pucat saat mendapati anaknya yang ketiga, Kayla Almira Sabrina, yang baru berusia 14 hari tidak terselamatkan (meninggal dunia, red) karena terlambat dirujuk oleh RS. Jember Klinik, Jumat(2/2) siang.

Amang menceritakan bahwa bayinya tersebut mengalami kondisi dimana selalu tersedak saat minum ASI, lalu dia memutuskan untuk membawanya ke RS. Jember Klinik pada Senin (29/1/2018) malam sekitar pukul 18:30 WIB.

“Kondisinya sudah sangat kritis waktu sampai di RS. Jember Klinik, lalu saya memaksa untuk segera ditangani dan masuk IGD, diagnosa dokternya katanya infeksi Paru,” ucap Amang.

Amang pun meneruskan bahwa di hari kedua, kondisi bayinya mulai stabil, lalu Amang berniat untuk memindahkan bayinya tersebut ke RSD. dr. Soebandi Jember.

“Saya di hari kedua, dimana bayi saya kondisinya mulai stabil, saya berniat untuk memindahkan bayi saya ke RSD. dr. Soebandi karena jujur saya tidak mampu mengenai biayanya kalau terus dirawat di sini (RS. Jember Klinik, red), namun memang saya pastikan dulu kondisinya stabil,” katanya.

Namun setelah bersiap-siap mau dirujuk, kondisi bayinya drop lagi dan harus tetap dirawat di RS. Jember Klinik, lanjut Amang, akhirnya rencana untuk pindah rumah sakit pun dibatalkannya.

“Hari ini sekitar pukul 09:30 WIB, saya ditelpon istri saya agar segera ke rumah sakit Jember Klinik, dan saya mendapati kondisi bayi saya wajahnya sudah membiru,” ucap Amang.

Baca Juga: Panwas Jember Siap Awasi Verfak 

Waktu itu, nafas bayinya sudah hilang dan kondisi denyut jantung sudah tidak stabil, namun denyut nadi masih ada, sehingga dokter dari Jember Klinik menyarankan bayinya harus disambungkan selang langsung ke paru-parunya untuk membantu pernafasan, dokter pun segera meminta persetujuan atas tindakan itu yang kemudian disetujui oleh Amang dengan segala resikonya.

Setelah beberapa saat, dokter mengintruksikan untuk merujuk pasien ke RSD. dr.Soebandi dengan alasan tidak tersedianya alat kesehatan untuk menangani kondisi pasien terkini. Namun anehnya, pegawai RS. Jember Klinik tidak segera merujuknya ke rumah sakit yang dimaksud.

“Bayi saya sempat tertahan dua jam lebih, jam 12:05 WIB itu saya sudah sempat marah-marah disana,” tegasnya.

Tertahannya bayi Kayla, menurut Amang, petugas beralasan harus menunggu proses penyambungan selang ke paru-paru langsung itu selesai, namun kesaksian Amang, proses penyambungan selang itu sudah selesai tapi belum juga diberangkatkan untuk dirujuk.

“Memang hari ini hari jum’at, tapi apakah harus menunggu jum’atan baru anak saya diberangkatkan,” ucap Amang dimana waktu itu menurut kesaksian Amang, kendaraan Ambulance sudah siap namun supirnya tidak ada.

Amang pun kembali menanyakan pegawai RS. Jember Klinik yang terus beralasan untuk menunda memberangkatkan bayi Kayla.

“Harus nunggu apalagi, apa harus nunggu anak saya mati dulu baru dikirim,” ucap Amang yang telah naik pitam karena anaknya tidak segera diberangkatkan atau dirujuk ke rumah sakit yang dokter instruksikan, akhirnya bayi Kayla pun diberangkatkan pada pukul 12:15 WIB.

Namun na’as, ketika sampai di RSD. dr.Soebandi, bayi Kayla tidak terselamatkan (meninggal dunia, red) setelah dirawat selama kurang lebih satu jam.

“Saya ikhlas dengan kepulangan anak saya, namun yang saya sesalkan kenapa petugas RS. Jember Klinik tidak cekatan, pada waktu bayi saya mau dirujuk kenapa lama sekali untuk diberangkatkan,” ucap Amang menyesalkan hal tersebut.

Fifin Andriyani (istri Amang Tri Afandi) sambil menangis menggendong bayinya, Kayla Almira Sabrina yang telah meninggal dunia. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, sampai Jumat malam, Humas RS. Jember Klinik, dr. Lia tidak mau dihubungi oleh media (ditelepon direject, dikirim pesan singkat tidak dibalas), dan ketika para awak media berusaha mencari pihak RS. Jember Klinik yang bisa  memberikan komentar, salah satu staf RS. Jember Klinik yang tidak mau disebutkan namanya beralasan belum bisa memberikan keterangan karena belum adanya kevalidan data.

“Kami masih berusaha memvalidkan data dulu,” ucap staf RS. Jember Klinik.

Sampai berita ini dirilis, bayi Kayla Almira Sabrina telah dipulangkan di rumah duka dan telah dimakamkan.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here