Terkait Penarikan Kendaraan Bermotor Ditengah Jalan, Ini Kata LAKRI

oleh -108 views
Tim 7 LAKRI, Yati (kiri), uasa hukum debitur, Oktrivian (2 dari kanan) saat di PN Bogor.

KOTA BOGOR, Rabu (20/03/2021) suaraindonesia-news.com – Kasus penarikan kendaraan bermotor ditengah jalan yang dilakukan Debt Collector kerap meresahkan warga bahkan dicap buruk. Sidang Perdata 184 yang digelar setiap Selasa di Pengadilan Negeri (PN) Bogor dikawal Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI).

“Penarikan sepihak kerap terjadi, setelah nasabah menunggak cicilan dan konsumen cenderung berada diposisi lemah,” kata Yati Tim 7 LAKRI pada wartawan Rabu (20/03/2021).

Yati menegaskan, pengawalan ini tidak bermaksud untuk intervensi hakim dalam persidangan. Hanya ikut mengawasi jalannya persidangan agar berjalan on the track. Karena konsumen senantiasa berada di posisi lemah. Mengadu kemana?.

“Berbulan bulan bayar kridit tiba tiba kendaraan ditarik. Berbanding terbalik saat akan akad kridit bahasa sesopan mungkin, ramah dan baik. Terlambat bayar di tarik tanpa ampun sedangkan konsumen di lindungi undang undang No.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen,” tegas Yati.

Penarik sepihak itu, umumnya tanpa proses pengadilan dan debt collector bekerja atas perintah bank, leasing, ataupun perusahaan pemberi layanan jasa keuangan lain.

“Praktik semena mena ini terus terjadi menagih utang konsumen tak sesuai prosedur. Tak sedikit, konsumen tanpa diberi surat peringatan sebelumnya, tiba tiba ditarik paksa di tengah jalan. Ini dasar LAKRI mengawal persidangan,” ungkap Yati.

Saat di tanya, bila terjadi penyimpangan kaedah hukum dan persidangan di duga melenceng dan tidak on the track. Yati dengan tegas mengatakan, LAKRI akan mengambil sikap dan membuat surat protes ke Mahkamah Agung, termasuk Komisi Yudisial (KY).

Sementara kuasa hukum debitur Oktrivian mengatakan sidang lanjutan Selasa (09/03/2021) kemarin majelelis Hakim menerima duplik dari tim legal NSC dan menurut rencana putusan sela akan dibacakan dua minggu kedepan.

“Persidangan kemaren terjadi penggantian ketua majelis hakim, karena kabarnya dapat promosi,” kata Oktrivian.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *