Terkait Mega Proyek Revitalisasi Pasar Tradisional Jember, Sisa 3 Pasar Belum Siap Ditempati

oleh -265 views
Tim kejari hendak keluar dari ruangan ULP Pemkab Jember setelah melakukan penggeledahan kemarin. (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Jumat (21/6/2019) suaraindonesia-news.com – Mega proyek revitalisasi pasar tradisional di Kabupaten Jember menjadi perbincangan hangat masyarakat setempat setelah tim khusus pemberantasan korupsi Kejari Jember melakukan penggeledahan di tiga tempat yakni di ruangan unit layanan pengadaan (ULP) barang dan jasa dan kantor dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) untuk mencari dan menyita barangbukti terkait dugaan korupsi pada proyek tersebut.

“Ada juga kantor pemborong yang kami periksa,” ucap Kajari Jember, Ponco Hartanto, Jumat (21/6/2019).

Proyek tersebut didanai APBD 2018 sejumlah Rp. 100 miliar bertujuan untuk merevitalisasi 12 pasar tradisional, pengerjaannya dimulai pada oktober 2018 dan diproyeksi rampung dalam jangka waktu 80 hingga 90 hari kerja.

Namun hingga mei 2019, dari total 12 pasar, terdapat 9 pasar yang telah siap ditempati, sementara 3 sisanya sampai saat ini belum tuntas pembangunannya.

Ketiga pasar tersebut di antaranya pasar manggisan kecamatan tanggul/ pasar tegalbesar kecamatan kaliwates dan pasar bungur kecamatan patrang.

3 pasar yang belum rampung itu pun menjadi sorotan dan dinilai merugikan pedagang. Salah satunya dikeluhkan oleh Hamiya, pedagang di pasar manggisan.

Akibat pasar manggisan belum juga bisa ditempati, Hamiya mengaku pendapatannya turun drastis.

“Puasa lalu biasanya banyak pembeli, namun karena pasarnya tidak selesai, saya dan pedagang lainnya mengalami rugi besar,” kata Hamiya kepada suaraindonesia-news.com.

Ancaman aksi demo pun sempat terlintas di benak para pedagang di pasar manggisan, lanjut Hamiya, namun masih bertahan dengan berharap pemerintah segera mengambil tindakan cepat.

Sementara itu Plt. Kepala Disperindag, Danang Andriasmara belum memberikan komentar terkait hal ini. Danang baru saja menggantikan kepala disperindag yang sebelumnya dijabat oleh Anas Ma’ruf.

Demikian dengan Kepala ULP Pemkab Jember, Moh. Kosim enggan memberikan keterangan apapun kepada awak media.

Untuk diketahui, pasar manggisan sendiri mendapatkan anggaran pembangunan sebesar Rp. 7,8 miliar dengan waktu pengerjaan 80 hari kerja, kontraktor pelaksananya adalah PT. Dita Putri Waranawa, sedangkan konsultan pengawasnya adalah CV. Mukti Design Consultant sesuai yang tertera pada papan proyek pasar manggisan.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Agira
Publisher : Mariska

 

Tinggalkan Balasan