Terkait Aksi Damai Ormas Nias Barat, Manager PLN Nias: Kami Siap Terima Kritik dan Masukan

oleh -126 views
Manajer PLN area Nias Poltak Samosir, Saat Menyampaikan Materi

NIAS, Jumat (23/2/2018) suaraindonesia-news.com – Menanggapi aksi damai puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Nias Barat ke Kantor PT. PLN Area Nias. Kamis (22/2). Manajer PLN Area Nias Poltak Samosir mengaku siap menerima pendapat serta mengajak para ormas untuk saling peduli.

“Kami siap menerima dan menampung aspirasi masyarakat Nias, apalagi demi kemajuan PLN,” kata Poltak. Jumat (23/2).

Hanya saja kata Poltak, masyarakat juga harus siap dan mendukung terkait penataan pohon yang mengganggu jaringan listrik selama ini.

“Mulai dari mencari lokasi pohon yang tumbang, mengamankan dan memperbaiki kembali tiang kabel yang sempat rusak karena ditimpa pohon. Khusus untuk Nias Barat, sepanjang jalur listrik yang menuju ke sana mulai dari jalur yang melalui jalan utama (antar kabupaten, red) sampai jalan-jalan percabangan ke Desa-desanya sangat banyak pohon yang sangat dekat dengam kabel tiang PLN,” tuturnya.

Kondisi inilah menurutnya yang cukup rawan dan relatif rimbun dengan pepohonan jika dibandingkan jalur lisrik didalam kota Gusit, Nias Tengah.

Baca Juga: Kornas TRC PAI Naumi Lania Sesalkan Pelibatan Anak Pada Aksi 212 Jember

“Untuk tuntutan itu saya rasa tepat dan sangat setuju. Namun yang jelas PLN memadamkan listrik pasti dengan pemberitahuan kepada masyarakat paling lama 24jam sebelum pemadaman dan aturan dengan tuntujuan pemeliharaan atau perbaikan,” terangnya.

Lanjut Poltak, mengapa harus padam untuk memelihara? karena untuk safety pekerjaan.

“Jadi terkait tuntutan ormas tersebut sebenarnya sudah kami lakukan,” ujarnya.

“Jika listrik padam secara mendadak atau tidak beraturan maka itu bukan dilakukan oleh PLN. Tapi diakibatkan oleh gangguan alam pada kabel dan tiang PLN, gangguan itu dapat berupa pohon tumbang sebagai yang paling dominan, bisa juga karena ditabrak kendaraan,” imbuhnya.

Menurutnya, Justru pada saat seperti itu PLN yang lebih bergegas menyalakan kembali listrik dan hal itu tentu dengan proses yang membutuhkan waktu.

“Jika kami sudah tau penyebab padamnya listrik sehingga tidak beraturan kenapa tidak segera kami lakukan solusinya? Itulah masalahnya yang masih terus kami upayakan yaitu menuntaskan semua pohon yang berada didekat jalur listrik tersebut,” jelas Poltak.

Untuk penebangan pohon itu sendiri kata Poltak, tentu berhubungan dengan warga pemilik pohon yang tak jarang sulit memberi izin tebang. Oleh karena itu kata dia PLN sadar tidak bisa sendiri.

“Dari itu, kami berharapk dan mengajak kontribusi semua pihak memberikan edukasi kepada warga. Saya yakin bersama pasti bisa,” ajaknya.

Oleh karena itu Poltak mengaku sangat senang saat ada ormas yang mau bertanya apalagi diskusi dan menawarkan bantuan, termasuk ormas yang melakukan aksi pada hari kamis kemarin.

“Sebenarnya sudah ada beberapa kali komunikasi untuk jadwal audiensi yang disepakati namun tetap belum bisa bertemu. Jadi meski akhirnya teman-teman menyampaikannya dengan cara aksi kejalan dan bukan audiensi saya rasa itu baik-baik aja, semua masukan dan kritikan harus bisa diterima untuk membuat PLN lebih keras lagi bekerja,” kata Poltak.

Namun dirinya berharap warga dapat menanamkan paradigma bahwa PLN tugasnya melistriki atau menyalakan kembali listrik yang sempat padam dan tidak pernah ada niat memadamkan listrik, karena menurutnya listrik adalah kebutuhan utama bagi siapapun.

“Bahkan termasuk kami pegawai PLN juga adalah pelanggan PLN,” tukas Poltak.

Sebelumnya, puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Nias Barat melakukan aksi unjukrasa ke Kantor PT. PLN Area Nias. Pada Kamis (22/2).

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi atas pemadaman listrik yang sempat terjadi.

Reporter : Topan
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *