Tercium Aroma Tak Sedap, Oknum Pejabat Dinas PK Aceh Utara Diduga Lakukan Pungli

oleh -2.568 views
Foto : Saifullah, M.Pd, Kadis Pendidikan Aceh Utara.

ACEH UTARA, Selasa (03/08/2021) suaraindonesia-news.com – Aroma tak sedap berembus dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas PK) Aceh Utara, mulai dari isu pengutipan gaji guru sertifikasi, pengangkatan kepala sekolah tanpa sertifikasi didik dan pengelolaan dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja tahun 2020 dikendalikan oleh oknum pejabat dinas.

Hasil investigasi media ini beberapa sumber mengungkapkan praktek permainan yang dilakukan oleh oknum pejabat Dinas PK Aceh Utara yang tak pantas dilakukan sebagai lembaga pemerintah yang bertugas dan bertanggung jawab untuk memajukan pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa.

Salah satu guru yang namanya minta dirahasiakan menyatakan, pengutipan gaji guru sertifikasi di Aceh Utara sudah sangat meresahkan.

“Modus pengutipan yang dilakukan oleh MKKS dan M3S setiap Kecamatan dengan cara mengutip setiap pencairan gaji sertifikasi dengan nilai variatif, ada Kecamatan yang dikutip Rp 50 ribu, ada yang 100 ribu, bahkan ada Kecamatan di kutip sampai Rp 200 ribu – 300 ribu,” beber nya.

Menurutnya, pihak pengutip dana tersebut disetor melaui oknum pejabat dinas, pengutipan ini sudah menjadi rahasia umum dikalangan guru sertifikasi di Aceh Utara dan telah berlangsung lama.

“Di Kabupaten Aceh Utara terdapat kurang lebih 3.000 guru sertifikasi. bayangkan berapa jumlah setiap pengutipan l,” ujarnya.

Sumber lain nya menyebutkan praktek KKN di tubuh dinas PK Aceh Utara sudah menjadi rahasia umum, untuk menjadi Kepala Sekolah asal ada “pemulus” jika pun tidak cukup syarat tidak masalah, ada beberapa Kepala Sekolah tingkat dasar, padahal diketahui tidak lulus uji sertifikasi tapi bisa menjadi kepala sekolah, padahal sertifikasi didik syarat utama untuk menjabat kepala sekolah.

Sumber tersebut menyebutkan beberapa oknum kepala sekolah di Aceh Utara yang diangkat tanpa sertifikasi didik.

Praktek serupa juga terjadi di program Afirmasi tahun 2020, oknum pejabat dinas diduga mengendalikan dana Afirmasi, modus yang dilakukan dengan meminta semua kepala sekolah yang menerima dana afirmasi untuk disetor atau kumpulkan ke oknum salah satu kabid, pihak oknum pejabat tersebut yang menunjuk distributor perusahaan tertentu yang belanja melalui siplah.

Menurut informasi disampaikan kepala sekolah dana Bos Afirmasi membeli laptop dan proyektor dengan nilai Rp 10 juta dan beberapa tablet merk evercoss dan Mitto.

Setiap kepala sekolah mendapatkan fee belanja di Siplah melalui oknum pejabat sebesar Rp 1,9 juta dari jumlah Rp 2 juta yang tertera di kwitansi.

Sebagaimana diketahui, Aceh Utara mendapatkan BOS Afirmasi 2019, sebanyak 204 Sekolah tingkat SD dan SLTP. Dana Bos Afirmasi untuk pengadaan perangkat komputer PC, perangkat laptop, proyektor dan beberapa perangkat lainnya.

Sementara Kepala Dinas PK Aceh Utara Saifullah saat dikonfirmasi malalui pesan whatshap Selasa (3/8) membantah bahwa pihak dinas yang dipimpin nya melakukan pemotongan atau pengutipan terhadap guru sertifikasi, gaji guru sertifikasi langsung ke rekening masing-masing.

“Tidak ada pemotongan sertifikasi, karena uang tersebut masuk ke rekening masing-masing guru, gimana ada pemotongan,” katanya.

Selanjutnya kata Saifullah mengenai Kepala sekolah yang belum ada sertifikat cakep bisa diangkat tapi atas nama Pelaksana Tugas (Plt).

“Terkait Afirmasi itu siplah pembelian oleh sekolah,” pungkas nya.

Reporter : Masri
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

One thought on “Tercium Aroma Tak Sedap, Oknum Pejabat Dinas PK Aceh Utara Diduga Lakukan Pungli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *