Teknologi Regenerasi Sel Dimenangkan Mahasiswa Ubaya di PIMNAS 2015

SURABAYA, Suara Indonesia-News.Com – Lima mahasiswa Fakultas Teknobiologi Ubaya (Universitas Surabaya) melakukan penelitian regenerasi sel kalus buah melon. Penelitian dilakukan oleh Januar Ishak, Yoanes Maria Vianney, Edwin Gunawan, Natasha Amanda, dan Calvin Wijaya Johan berhasil meraih medali perak kategori poster dalam PIMNAS 2015. Penelitian ini akan dipublikasikan pada Selasa 20 Oktober 2015 pukul 09.30-11.30 di Lab Bioteknologi Tanaman Gedung TG Lt.6 (lalu naik satu lantai lagi), Universitas Surabaya Jalan Raya Kalirungkut Surabaya.

Penelitian regenaresi sel kalus buah melon bertujuan untuk membentuk tunas in vitro yang selanjutnya ditumbuhkan menjadi tanaman yang siap di tanam dilapangan. Formula yang ditemukan untuk mendukung penelitian tanaman transgenik. Penelitian ini memiliki keunggulan dari pada langsung menanam dari tanah yang melakukan penyetekan. Keunggulannya adalah menghasilkan jumlah keturunan yang banyak (perberbanyak tanaman tanpa ada batasan) dan secara genetik indentik dengan tanaman induknya.

Melon menjadi objek penelitian karena melon merupakan salah satu komoditas buah terpenting di dunia. Sebagai salah satu buah yang paling banyak dikonsumsi, melon menyediakan kandungan provitamin A, vitamin C, vitamin E, dan asam folat yang dikenal sebagai antioksidan kuat yang penting untuk metabolisme manusia. Tanaman melon merupakan tanaman musim panas yang sangat rentan terhadap stress dingin, kondisi yang sering terjadi di musim penghujan di Indonesia. Kondisi stress dingin ini mengakibatkan melon rawan terkena pembusukan. Tidak hanya itu, melon termasuk tanaman rentan terhadap virus.

Hal tersebut mendorong Januar Ishak dkk untuk melakukan penelitian eksplorasi terhadap sistem regenerasi tidak langsung darimelon ‘Action 434’ yang merupakan melon jenis reticulatus komersial di Indonesia. Sistem regenerasi kalus melon yang diperoleh merupakan modal penting penunjang keberhasilan penelitian mengenai transformasi genetik ke depannya untuk menghasilkan tanaman melon transgenik dengan sifat unggul yang diinginkan.

Pengembangan varietas baru dengan sifat unggul yang diinginkan dapat dilakukan dengan transformasi genetik. Keberhasilan rekayasa genetik tanaman tidak hanya bergantung pada protokol transformasi genetik, namun juga ditunjang oleh sistem regenerasi tidak langsung untuk meregenerasi sel tunggal transforman menjadi tanaman utuh. Meregenerasikan dari kumpulan sel-sel menjadi tanaman utuh yang membentuk tunas dan akar sehingga terbentuk tanaman. Oleh karena itu, eksplorasi komposisi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang tepat perlu dilakukan.

Kami menyadari bahwa teori dan praktik dalam penelitian itu bisa berbeda,” terang Januar Ishak salah satu tim.

Penelitian ini memerlukan waktu kurang lebih 6 bulan. Secara garis besar, penelitian mengenai regenerasi tidak langsung ini dibagi menjadi tiga tahap percobaan, yaitu pembentukan kalus organogenik, proliferasi kalus organogenik, dan pembentukan tunas adventif dari kalus organogenik.

Alat utama yang diperlukan yakni Laminar Air Flow Cabinet ESCO, sedangkan alat untuk pembuatan media adalah peralatan gelas kaca, neraca analitik Metler Toledo, pH meter Eutech Instruments, dan autoklaf TOMI. Alat yang digunakan untuk sterilisasi eksplan dan subkultur adalah lampu bunsen, botol kaca, cawan petri, dan alat diseksi. Bahan utama penelitian adalah biji melon ‘Action 434’. Sumber bahan tanaman yang digunakan adalah kotiledon (biji melon dikecambahkan) berwarna hijau dari kecambah yang telah berumur 7 sampai 13 hari dan belum memiliki daun pertama.

Selanjutnya, kotiledon dipotong menjadi potongan kecil dan diletakkan pada media gelas kaca yang terdapat agar-agar (pengganti tanah) dan ditutup rapat dengan aluminium foil. Penelitian ini harus menggunakan ruang tertutup (terisolasi) dengan suhu 25 ± 2 oC dalam pencahayaan lampu white fluorescent.

Penelitian ini sangat bagus, karena digunakan ke arah transformasi genetik, dimana sel kalus disisipi gen target misalnya gen ketahanan penyakit, gen rasa super manis, dan lain-lain,” terang Dr. Ir. Poppy Hartatie Hardjo, M.Si. selaku pembimbing.

Penelitian ini mampu meraih prestasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2015 ke 28. Kompetisi bergengsi ini diadakan oleh Kementerian Ristek Dikti di Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara. Ubaya berhasil peroleh medali perak kategori poster penelitian.

“Bisa membawa pulang medali rasanya senang dan kedepan ingin terus membanggakan nama Ubaya,” jelas laki-laki usia 22 tahun.(Adhi).


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here