Tekan Penyebaran Covid, Pemkot Balikpapan Larang Warga Adakan Buka Puasa Bersama Selama Ramadhan

oleh -707 views
Kepala Satpol PP Kota Balikpapan, Zulkifli.

BALIKPAPAN, Selasa (20/4/2021) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus melakukan upaya dalam menekan penyebaran Covid-19, kendati penyebaran virus mematikan itu mulai menurun, pemerintah tetap melakukan pengetatan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) terhadap masyarakat di bulan suci Ramadhan termasuk kegiatan sosial di masyarakat yang menyebabkan kerumunan.

Dengan meningkatnya aktivitas kerumunan warga di bulan suci Ramadhan. Pemkot Balikpapan terus melakukan pengawasan penggunaan Prokes terutama di Pasar-pasar Ramadhan, maupun kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 bersama Satpol PP.

Di bulan suci Ramadhan ini, Pemkot Balikpapan juga melarang kegiatan sosial di masyarakat yang menyebabkan kerumunan, seperti mengundang warga dalam kegiatan berbuka puasa bersama. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor : 300/1479/Pem. Tentang Panduan Pelaksanaan Rangkaian Kegiatan Ibadah Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H/2021 Dalam Rangka Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Pandemi Covid-19 di Kota Balikpapan.

Kepala Satpol PP Kota Balikpapan Zulkifli menjelaskan, dalam menekan penyebaran Covid-19, Pemkot Balikpapan mengeluarkan surat edaran larangan untuk beberapa item kegiatan, salah satunya larangan untuk mengundang warga dalam kegiatan acara berbuka puasa bersama yang menyebabkan kerumunan, kecuali tempat ibadah seperti Masjid. Namun hanya bisa dilakukan setengah dari kapasitas yang ada.

“Di bulan suci ramadhan ini, kita lebih kepada pengawasan penggunaan Prokes di Pasar-pasar Ramadhan dan kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat,” ucap Zulkifli saat ditemui media ini di Kantornya di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Senin (19/4/2021).

Sesuai Surat Edaran Wali Kota, kata dia, ada beberapa item yang dilarang dalam kegiatan Ramadhan. Salah satunya pengumpulan warga untuk acara sahur dan berbuka puasa bersama di satu tempat.

“Dalam surat edaran tersebut, warga dianjurkan melakukan buka puasa dirumah masing-masing. Boleh buka puasa diluar rumah, kecuali warga tersebut berada diluar pada saat waktu berbuka atau karena tugas tertentu. Namun tetap dengan Prokes yang telah¬†diterapkan,” jelasnya.

Untuk menghindari penyebaran Covid-19 dalam bulan suci Ramadhan, menurut dia, masyarakat tetap disiplin dalam pengguaan Prokes, minimal menggunakan masker dan mencuci tangan. Sebab, kerumunan dalam Ramadhan sulit untuk dihindari.

Dia menjelaskan, pihaknya di Pasar-pasar Ramadhan hanya bertugas mengawasi. Sebab, pasar Ramadhan telah di kelola oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Sehingga untuk pengetatan Prokes tersebut dapat dilakukan oleh petugasnya masing-masing.

“Kita hanya sifatnya dinamis, dengan melakukan patroli untuk mengawasi saja. Kita harapkan petugas dari pengelola itu sendiri secara pro aktif melakukan pengetatan Prokes di Pasar Ramadhan yang di kelolanya,” ujar Zulkifli.

Pihaknya berharap, masyarakat dalam melakukan pencegahan agar bisa menerapkan Prokes secara mandiri, tak perlu menunggu arahan secara terus menerus dari petugas.

“Petugas yang dilapangan tetap kita perintahkan untuk mengawasi penggunaan Prokes hingga waktu buka puasa, terutama di warung-warung dimana biasa dijadikan tempat berkumpul untuk berbuka puasa oleh masyarakat,” tandasnya.

Reporter : Fauzi
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *