Tekan Lonjakan Harga Beras, Bulog Sub Divre VI Blangpidie Lakukan Operasi Pasar

oleh -73 views
Kepala Bulog subdivre VI Blangpidie, Elmar Fendra bersama Plt kepala dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Nazli,S.sos, Satgas Pangan, saat men cros cek kenaikan Harga beras dikios-kios pegenceran jln H. Ilyas blang pidie.

ACEH-ABDYA, Senin (15/1/2018) suaraindonesia-news.com – Perum Bulog Subdivisi Regional (Divre) VI Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai melancarkan Operasi Pasar (OP) untuk menekan harga beras yang dalam sepekan terakhir mengalami kenaikan. Rencananya, OP dimulai Senin (22/1/2017) mendatang.

Kepala Bulog subdivre VI Blangpidie, Elmar Fendra kepada, Senin (15/1/2017) menyebutkan, pelaksanaan OP itu sesuai dengan petunjuk Kementerian Perdagangan RI yang menyebutkan bahwa OP beras dilaksanakan sampai 31 Maret mendatang.

“OP kali ini tidak lagi melibatkan kita secara langsung, melainkan melalui mitra pedagang beras dengan mengambil lokasi di tempat usaha mitra itu sendiri dengan memasang spanduk bertuliskan beras operasi pasar (OP),” jelas Elmar Fendra.

Dijelaskan Elmar, sebelum melaksanakan OP, mitra pedagang beras diwajibkan terlebih dahulu menembus beras kepada Perum Bulog dengan harga standar.

“Pelaksanaan OP ini  merupakan hasil rapat dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Abdya serta Satgas Pangan dan para mitra usaha Perum Bulog,” terangnya.

Disebutkan Elmar, dalam OP beras itu nantinya dijual dengan harga yang sudah disepakati yakni Rp 8.300 kg. “Kita harapkan OP ini bisa menekan harga beras di pasaran yang mengalami kenaikan akhir-akhir ini,” tuntasnya.

Untuk diketahui, dalam sepekan terakhir harga beras di Kabupaten Abdya mengalami kenaikan berkisaran antara Rp 15.000 per sak isi 15 kg.  Untuk harga beras lokal dipasaran dijual Rp 140.000 per sak isi 15 kg yang sebelumnya hanya berkisar antara Rp125.000 persaknya.

Harga tersebut kurang terjangkau sehingga sebagian besar warga kewalahan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, sementara stok gabah di tingkat petani nyaris tidak tersedia lagi.

Reporter : Nazli, MD
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *