KABUPATEN BATANG, Minggu (15/02) suaraindonesia-news.com – Program pemutakhiran data digital sertipikat lama yang dijalankan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional mendapat dukungan dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) yang dilaksanakan taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional. Para peserta diterjunkan untuk membantu percepatan inventarisasi data bidang tanah yang belum terpetakan secara digital.
Taruni STPN, Nadia Putri Febrianti, menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan tersebut adalah sinkronisasi data fisik dan digital.
“Tujuan KKNP ini adalah pemutakhiran data agar sertipikat yang sudah ada bisa terpetakan secara digital dan tidak terjadi tumpang tindih. Banyak sertipikat fisiknya ada, tapi belum landing di peta digital,” ujarnya di lokasi penugasan.
Dalam prosesnya, taruna/i berperan pada tahap sinkronisasi data pertanahan dari kantor pertanahan setempat. Mereka melakukan digitasi gambar ukur dan surat ukur menggunakan perangkat lunak pemetaan sebelum data diverifikasi di lapangan. Tahap ini dinilai penting untuk memastikan akurasi data spasial.
Setelah sinkronisasi, tim turun langsung ke lapangan untuk mencocokkan batas lahan dan mengambil titik koordinat bersama perangkat desa serta pemilik tanah. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya data pertanahan yang presisi.
Rekan satu tim Nadia, Satrio Binandika Sakti, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan jangka panjang dalam mendukung kepastian hukum pertanahan.
“Pemutakhiran ini untuk menjamin kepastian hukum. Tanah yang belum terpetakan berpotensi menimbulkan klaim atau tumpang tindih. Dengan pemetaan, bidang menjadi lebih jelas dan clean,” tuturnya.
Keterlibatan taruna/i STPN dalam program ini dinilai sebagai bentuk sinergi antara pendidikan kedinasan dan implementasi kebijakan nasional untuk mempercepat digitalisasi data pertanahan.
“Kami berharap bidang-bidang yang dimutakhirkan bisa clear and clean sesuai target. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk berkontribusi langsung dalam program nasional Kementerian ATR/BPN,” pungkas Satrio.












